Kado terindah darimu Papa, untukku Pa.

Posted: 28 Juni 2013 in Uncategorized

1-Januari-2011.
Saat itu aku pulang kerumah sehabis merayakan tahun baru dengan teman-temanku, ku dapati rumah tak ada satu orangpun, aku langsung menelpon mama. Mama bilang “papa sedang berobat ke kebon jeruk Jakarta, mungkin papa akan menginap di depok, karena tidak mungkin pulang lagi ke bogor, terlalu jauh kasihan papa” ujar mama.

Oh, saat itu aku pikir ada sesuatu yang penting yang harus sampai papa berobat hari itu juga. Ternyata papa berobat rutin. Aku tidak punya firasat apapun.

Tengah malam (2-januari-2011)
Tiba-tiba telephone genggam mama berbunyi, aku terjaga. Pikirku orang gila mana yang menelpon malam-malam begini kalau ternyata tidak penting sekali, kulihat layar handphone, di sana tertera nama kakakku.

“cepat panggil mama, papa mau dibawa ke rumah sakit PMI !”
“DARI DEPOK !!???” ujarku
“Iya, papa sesak napas !”

Segera kubangunkan mama, lalu kami menuju ke rumah sakit PMI Bogor.

Papa, adalah sosok yang tangguh, bahkan terlalu tangguh. Beliau terlalu menganggap “remeh” penyakit yang sedang di idapnya sehingga terkadang, papa sedikit “bandel” untuk memakan makanan yang sebenarnya justru menjadi pantangan terbesarnya.

“Bapak harus masuk IGD, bu.” Kata seorang dokter kepada mama
Aku dan kakakku segera mencarikan IGD untuk papa, namun di kota bogor semua IGD penuh, papa harus dilarikan ke rumah sakit fatmawati.
***
5-Januari-2011
Papa pernah berpesan kepadaku, “kamu sebagai anak laki tertua, punya tanggungjawab besar terhadap keluarga, setelah nanti papa tidak ada, persiapkan mental adalah hal yang paling penting, urus keluarga, jaga mama, pasangan jiwa papa yang selalu menenami papa sedih dan senang selama 31 tahun ini, lalu carilah pendamping hidup yang baik, yang sholeh, yang mampu menemanimu baik susah maupun senang.”
“iya pa”
“mungkin papa tidak akan bisa melihat pernikahanmu nanti, maka banggakanlah keluarga besar atas pernikahanmu”
“iya pa, itu masih lama”
“tapi papa mau itu terjadi”
“pasti pa”
“kenalkan papa, pada cucu-cucu papa, meskipun papa sudah tidak ada”
“iya pa”

Pesan itu adalah pesan terakhir papa sebelum beliau koma.

6-Januari-2010 pukul 13.30 WIB
Papa sedang kritis, alat Bantu pernapasan sudah masuk kedalam mulutnya, aku tidak pernah tega melihat papa dibeginikan, mungkin papa sakit, tapi mungkin akan lebih sakit lagi jika alat tersebut dicabut.

Aku terus menemani papa, membisikan kalimat Allah… Allah SWT setiap detik nya di kuping beliau, terus beristighfar ditelinga papa, sesaat aku sempat membisikan ke telinga beliau, sambil memegang tangannya ;
“Pa, anak manapun tidak akan pernah rela di tinggalkan oleh papanya tercinta, tapi aku sadar pa, papa bukan Cuma milik, mama pasangan jiwa papa, bukan Cuma milik kami, anak-anak papa. Tapi papa juga milik Allah SWT, yang Maha Punya Segalanya, jika papa ingin pergi menghadap Sang Khalik, kami ikhlas pa, karena papa akan menemukan tempat yang Indah disana, bernama surga pa, semua tanggungjawab papa sudah ada di pundak ku pa, anak laki-laki terbesar dari garis keturunan papa, papa yang tenang ya, mama akan kami jaga seperti papa menjaga mama.”

Tiba-tiba, tangan papa menggenggam tanganku erat. Meskipun dengan keadaan lemah, beliau mengangguk, untuk yang terakhir kalinya.

Pukul 14.00 WIB
Papa menutup mata untuk selamanya, namun senyum di bibirnya menandakan bahwa beliau bahagia di alam sana, atau mungkin sudah melihat kami disini dari surga, senyum terakhir papa, adalah kado terindah yang pernah aku miliki.

Ini untukmu pa, dan aku tahu senyuman itu adalah kado terindah darimu pa…
10-Jan-2011
Kado ulang tahunku dari papa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s