Pasca Soeharto Politik dan reformasi di kancah militer review buku Jun Hanna

Posted: 13 Februari 2013 in Uncategorized

Hanna,Jun

Boy hidayat
0606054411

Pada masa Orde baru, respon militer mempunyai peranan dalam menekan demokrasi dan melakukan monopolitik, hal ini meliputi kebijakan yang kontradiksi yang terjadi di dalam praktik di lapangan. Beberapa pelaku kibajakan, membuat suatu perubahan untuk melunakan aspek –aspek yang menekan dan mengadaptasi kebijakan akomodir. Sementara yang lain melihat tuntutan demokrasi sebagai ancaman kekuasaan dan memperkuat kontrol militer.

Dalam bab ini membahas mengenai kesalahan pemerintahan dan setelah kejatuhan rezim Soeharto, berakhirnya pemerintahan Soeharto tidak membuat perseterun didalam tubuh militer berakhir , hal ini mempengaruhi terjadinya konflik didalam tubuh militer itu sendiri malahan menjadi semakin kuat. Dan hal ini membawa pengaruh terhadap kuatnya pemerintahan sipil di era masa kejatuhan rezim Soeharto. Dalam pembahasan ini merupakan lanjutan dari bab sebelumnya yang membahs perseteruan antara wiranto dengan menantu Soeharto yaitu Prabawo, yang terjadi sejak pertengahan tahun 1990-an. Selanjutnya kita akan membahas bagaimana akhir dari kejatuhan pemerintahan Soeharto dan bagaimana fungsi legalitas dan bagaimana pemerataan penbangunan terjadi. Yang lebih signifikan kepada proses reformasi dwifungsi ABRI. Dan hubungan antara militer dan pemerintahan sipil pasca Soeharto.

Teror dan Dialog : kejatuhan Soeharto dan turunnya Prabowo

Keputusan untuk memotong subsidi minyak, mengakibatkan protes dari massa, yang terjadi di kota besar seperti di Medan Sumatra Utara, dimana masa merusak dan mengincar usaha milik orang cina.sminggu setelah kejadian itu, pada tanggal 12 may, terbunuhlah 4 mahasiswa trisakti oleh penembak misterius dari kalangan kepolisian yang tidak diketahui siapa pelakunya. Penembakan ini dilakukan atas instruksi dari para petinggi militer dan kepolisian seperti ; Mayor Jenderal Hamami nata, Prabowo dan mayjen Sjafrie Sjamsoedin. Banyak yang meyakini bahwa pelaku penembakan adalah pasukan penembak jitu dari kalangan militer.

Pelanggaran Hak Azasi juga terjadi di Solo Jawa Tengah, Surabaya dan Palembang, Sumatera Selatan. Komnas HAM yang berdiri dan bergabung untuk untuk menemukan fakta yang terjadi mengenai pelanggaran azasi manusia , membentuk team pada tanggal 13-15 may (TGPF) juga melakukan investigasi dan akhirnya menemukan 5 kasus serupa yang terjadi di Medan, Jakarta, Solo, Surabaya dan Palembang.

Dalam hasil laporan yang direkomendasikan sebagai bahan investigasi menemukan Prabowo dan Sjafrie, saksi mata mengungkapkan bahwa setiap kerusuhan dan penculikan semuanya adalah hasil dari rekayasa dari kesatuan Kopassus dengan memobilisasi kumpulan geng atau dikenal dengan nama preman yang di organisir untuk memprovokasi dan menyerang etnis cina dan lokasi tempat tinggal maupun tempat bisnis mereka.

Dalam menghadapi kerusuhan yang terjadi wiranto tidak berada dalam elit pasukan yang dibawah kontrol dari Sjafrie,Muchdi dan Prabowo. Wiranto menemukan kesatuan dibawah para Jenderal untuk menghentikan kerusuhan secara lebih tenang, dan dia menggunakan pasukan marinir untuk menenangkan keadaan di Jakarta.

Hal yang kontras terjadi dimana kalangan jajaran dibawah Wiranto, yang tidak melakukan pelanggaran persetujuan dalam dialog, dan mengikuti dialog dengan para demonstran, seperti Mahasiswa dikampus-kampus dan mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh para aktivis penentang pemerintahan rezim saat itu. Saat itu di utus Kassospol Letnan Jenderal. Soesilo Bambang Yudhoyono, adalah salah satu tentara intelektual / karir . dia turut serta dalam barisan depan untuk menenangkan keributan tersebut. Pada tanggal 16 May, satu hari setelah kerusuhan di Jakarta dia mengikuti pertemuan di Universitas Indonesia yang dihadiri oleh para mahasiswa, aktivis dan para jenderal seperti Kemal Idris, Kharis suhud dan Bambang Triantoro dari YKPK, pertemuan membahas seputar pengunduran diri dari Soeharto, dan secara mengejutkan bahwa Yudhoyono akan mengevaluasi dan menampung aspirasi masyarakat dan harus didengarkan oleh ABRI dan pemerintahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s