Arsip untuk Juli, 2012

 

Setiap manusia mengalami fase hidup, ada saat memilih, ada saat di pilih. Ada saat meninggalkan ada saat juga ditinggalkan. Bagi sebagian orang, life is must have plan. Hidup harus punya rencana. Ingin itu ingin ini, bahkan kadang-kadang ingin sesuatu yang sebenarnya kita belum tentu mampu mendapatkannya. Itu namanya berkhayal. Sementara menikah bukanlah sebuah khayalan…

****

Sudah hampir tiga tahun ini, aku dan kamu melewati masa-masa penting dalam hidup kita masing-masing. Masa-masa dimana yang kadang membuat aku geli  sendiri memikirkannya. Tidak letihkah kamu?. tidak. Dan kita memang tidak boleh letih memikirkannya.

“nanti ditahun ketiga kita harus sudah berganti status ya.” Itu kataku dulu, ditahun kedua kita menjalani kisah ini bersama, kita sepertinya akan disatukan dengan berbagai macam perbedaan, dengan berbagai macam masalah dan dengan segumpalan ego yang siap meledak di kepala kita dan akhirnya bisa menghancurkan seluruh rencana kita yang sudah kita susun. Aaakh.. apakah itu pantas terjadi dengan semua yang sudah kita lewati.

Kamu terlalu banyak kekurangan dimataku, dan aku lebih banyak kekurangan daripada kamu. Itu sebab kita sadar bahwa kekurangan masing-masing bukanlah sebuah masalah yang harus di besar-besarkan. Kita harus menyatukan seluruh kekurangan kita berdua, dan menemukan kesalahannya, lalu kita akan melihat kesempurnaan yang terjadi.

Aku ingat, aku pernah mengatakan kepadamu, “aku ingin sekali memiliki anak perempuan, memberikan nya nama yang indah yang bahkan sudah aku buat ketika aku masih duduk di bangku SMA”

Lalu ketika, badai satu persatu menghantam kita, membolak-balikan perasaan aku, kamu mengingatkan. “bukankah kamu ingin memiliki anak perempuan?”

Hal yang paling aku ingat adalah ketika kamu menitikan airmata untuk pertama kalinya dihadapanku, ketika itupun aku bersumpah untuk tetap menjagamu semampuku, membuatmu nyaman berada disisiku, dan berusaha untuk lemah lembut di hadapanmu. Dan kamu mengatakan “jadilah dirimu apa adanya. Dengan segala kewatakanmu, dengan segala prinsipmu, dan dengan segala kewibawaanmu, kelak sifat itulah yang akan menuntunmu menjadi pemimpin bagi diriku”

Akulah mungkin yang akan menjadi lelakimu, namun belum tentu aku yang akan menenangkan badai disaat kita bersama. Laki-laki tidak dapat menenangkan badai dalam prahara rumahtangganya, jika tidak memiliki perempuan yang tulus. Dan mampukah kita ? jawabannya Cuma satu. HARUS !

Kita tidak boleh berhenti disini, atas semua yang sudah kita jalani. Atas semua perasaan yang terdalam.

Hari ini, menjelang beberapa waktu lagi, kita akan di ikat dengan bersumpah di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Lalu apakah kita berani melanggar sumpah kita sendiri?

Oase perjalanan kita masih jauh sayang, menangis tidak boleh membuat kita menyerah. Ketika kamu bersedih gunakanlah bahuku, dan bersandarlah, karena memang akulah tempatmu mengadu.

Ketika aku mengeluh, tetaplah genggam tanganku agar aku tahu, aku masih memiliki perempuan sabar yang bisa mendampingiku menjalani bahtera hidup.

 Oase perjalanan kita masih jauh sayang, kita tidak boleh berhenti disini. Menjalani hidup bersamamu, menghadapi badai dan membuat kita tertawa melewatinya, menjaga hidupmu, menjaga hidupku, melihat malaikat kecil dan bidadari kecil kita berlari menghampiri, dan…. Mati dipelukanmu adalah impianku selama ini.

Selamat datang di kehidupan baru sayang, selamat menetap selamanya dihati yang terdalam yang aku punya, semoga kamu betah menatap disana selamanya…..

Oase kita tidak berhenti disini…..

 

25-July-2012

Bakrie Tower

Boy Hidayat

Untuk Oase perjalanan kita

Iklan