Papa lebih hebat dari saya

Posted: 11 Februari 2012 in Uncategorized

Pagi ini, saya dapat pelajaran lagi dalam hidup.

Sabtu pagi, saat saya akan berangkat ke kantor di daerah kuningan. Seperti biasa saya memakai jasa kereta api, dan memakai jasa angkutan umum bis kopaja  jurusan mangarai blok M itu membawa saja menuju kawasan Rasuna epicentrum, kuningan, tempat dimana saya bekerja.

Ditengah perjalanan, seorang bapak-bapak tambun naik di bis yang saya tumpangi. bapak tersebut berpenampilan cukup necis untuk se umuran beliau. memakai kaos yang cukup rapi dan celana blue jeans, serta memakai kacamata hitam membuatnya terlihat seperti pengusaha. Tubuhnya yang tambun jelas saja tidak akan bisa duduk di kursi deretan depan yang ukuran kursinya lebih kecil dari tubuh beliau.

” Permisi, geser sedikit.” Bapak bertubuh tambun itu menegurku, lalu aku menggeser posisi duduk agar si bapak tersebut bisa duduk disebelah aku.

“wah badannya juga besar ya mas, sama seperti saya.” katanya.

aku cuma tersenyum, sebagai bentuk “komunikasi” terhadap orang yang baru saja aku temui, bahkan namanya pun aku tidak kenal.

“mau  kemana mas ?” tanya bapak tersebut

“mau ke kawasan kuningan pak.” jawabku

Dia tersenyum dan menceritakan banyak hal tentang dirinya. Laki-laki bertubuh tambun tersebut, bicara denganku, ternyata dia adalah pengusaha batubara kecil-kecilan dan juga pengusaha export pangan ke Jepang.

“Oh jadi bapak export ubi ke Jepang ? ” tanya ku

” iya, sekali export bisa ber ton- ton mas”

“produksi untuk lokal pak?” tanyaku

“oh tidak mas, khusus export ke Jepang saja”  bapak tersebut memberikan informasi kepadaku

Dalam hitungan detik kami sama-sama terdiam, dan menelaah perbincangan kami yang singkat. Kemudian bapak bertubuh tambun tersebut kembali bertanya kepadaku ?

” umurnya berapa mas ?”

“28 tahun pak”

“Sudah menikah ?” tanya nya kembali.

“Insya Allah tahun ini pak, jika semuanya baik-baik saja” kataku

“tapi kawin udah doong? sambil bercanda dia menepuk dengan cukup keras bahu ku

“Alhamdulillah belum pak, dan tidak boleh terjadi sebelum menikah bukan pak ?” balasku.

“oh..oh.. bagus.. bagus sangat jarang anak muda jaman sekarang yang punya prinsip seperti kamu.”

“saya hanya menjaga harga diri saya pak” balasku

Bapak bertubuh tambun tersebut sepertinya terkagum-kagum dengan jawaban yang saya lontarkan tersebut. Raut muka nya tidak biasa. dan tiba-tiba beliau berkata ;

” yah, jaman sekarang sangat jarang laki-laki seperti kamu”

tanpa saya mengerti maksud dari pembicaran bapak tersebut.

” lalu sekarang kuliah apa kerja ?”

“kerja pak, di salah satu perusahaan minyak lokal pak,” jawabku

“hebat, masih muda sudah bekerja, tapi kok masuk hari sabtu ?”

“saya lembur pak ?” jawabku

“kamu tipekal pekerja keras ya !”

“biasa saja pak”

“waktu kuliah, kamu studi apa ?”

“oh, saya kuliah D3 di UI, ngambil jurusan Manajemen Informasi, dan pada tahun 2006 saya lanjut kuliah UI, ngambil jurusan Politik  sambil bekerja pak”

“saya suka juga berpolitik, saya cukup kenal dengan MD mahfud, Jimly Assidiq” dan dia cukup banyak menyebutkan nama-nama orang berpengaruh di negeri ini.

“Tidak memakai mobil pribadi pak ?”

“ah saya tidak suka memakai mobil pribadi kalo kemana-mana, lebih enak pakai kendaraan umum, lebih banyak orang yang kita temui” katanya.

“ooh.. iya..iya”

“saya juga suka berpolitik, dan saya juga aktif di salah satu partai besar di negeri ini” sambil menyebutkan nama salah satu partai yang pernah berkuasa lama di negeri ini.

“kamu cocok jadi anak saya”

tanpa mengerti maksud dari omongan bapak tersebut. saya hanya tersenyum dan mengatakan.

“Papa saya lebih hebat dari saya pak,” kataku

“oh ya ?. Pasti pejabat ? atau fungsionaris partai ? atau setidaknya papa mu punya segudang aktifitas sosial ya ?

“Tidak pak. Papa orang biasa, bukan fungsionaris partai, meskipun aktif di salah satu partai di negeri ini, dan juga salah satu pengurus ranting untuk salah satu organisasi Islam terbesar di negeri ini pak, tapi papa orang biasa, bukan pejabat. tapi buat saya, papa jauh lebih hebat dari saya pak, Almarhumlah yang membuat saya menjadi seperti ini, papa juga bukan seorang sarjana politik seperti saya pak, tapi papa bisa membesarkan ketiga anaknya menjadi seorang sarjana pak.  balasku.

” Papamu memang orang hebat”

“itu kenapa papa tidak akan pernah tergantikan buat saya pak, dan saya juga tidak bisa melebihi kehebatan papa saya pak, setidak nya menurut saya sendiri”

Pagi ini disebuah pelajaran hidup lagi buat saya, dan tetap dalam mengenang papa.

saya tidak lebih hebat dari papa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s