Pernah Menangis

Posted: 6 Februari 2012 in Uncategorized

Setiap manusia pernah menangis, entah karena ada alasan yang terlalu menyakitkan bagi hatinya atau hanya sekedar terharu mendengar, melihat atau membaca cerita-cerita sedih. menangis adalah hak setiap manusia, saya pernah membaca artikel bahwa Tuhan menciptakan air mata bukan hanya sebagai simbol kesedihan, namun juga sebagai penguat rasa, penguat iman, dan membuat manusia lebih tegar.

Bahkan pemimpin negeri ini pernah menangis, ingat kejadian Tsunami di aceh 2004 silam ? Presiden kita menangis melihat kejadian tersebut. L alu salahkah Presiden menangis ? tentu tidak. Itu hal yang alamiah. Manusia bisa tertawa dan terkadang manusia akan menangis.

Kesedihan membuat airmata terus mengalir. itu adalah anugerah… bukan musibah. kita diciptakan dengan air mata karena Tuhan tahu, adakalanya kita akan merasa seperti sendiri, rapuh dan hanya akan mengadu kepada Nya.

Terakhir kali, seingat saya. Air mata ini pernah mengalir deras, disaat kepergian papa untuk selamanya. Saat itu saya menangis dan terus menangis, air mata ini tumpah sejadi-jadinya, “saya kehilangan papa ! dan itu membuat saya sebagai laki-laki runtuh !” waktu itu saya benar-benar merasa kehilangan. Namun saya tersadar, ternyata menangis atau larut didalam kesedihan tidak akan mengubah apa-apa. Tidak akan merubah kejadian yang sudah dijalani, tidak akan membuat papa saya hidup kembali. Itu point penting ! saya hanya pasrah, dan mendoakan bahwa papa di panggil oleh Sang Khalik karena beliau terlalu disayang oleh Sang khalik, yang saya bisa hanya pasrah.

Itu seingat saya terakhir saya menangis. Tapi tidak untuk pagi ini. Saya diam dan menyendiri di toilet kantor tanpa sadar saya menangis.

Menangis untuk kamu, menangisi kejadian ini.

Saya dan airmata ini adalah bukti bahwa saya menyayangi kamu, saya tidak merasa dipaksakan untuk menangis, tapi terkadang apa yang kamu pikirkan tentang saya, dari orang lain bukan hal yang selalu benar. tanpa bermaksud membela diri. tapi ini sejujurnya yang saya katakan.

Tapi tahukan kamu, terkadang kita harus sama-sama bertahan, sama-sama mewujudkan cita-cita, dan kita harus berjanji, bahwa hanya  akan ada airmata yang nantinya akan menetes dari mata kita, ketika ijab kabul pernikahan kita, air mata bahagia.

dan…

sadarkah kamu, kita akan menikah ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s