Arsip untuk Februari, 2012

catatan kecil saja..

Posted: 29 Februari 2012 in Uncategorized

bisa jelasin ke aku engga, kenapa kamu bisa terus tinggal disudut hati aku yang paling dalam? padahal aku tidak menyediakan tempatnya disana

Iklan

Yang terlupakan

Posted: 24 Februari 2012 in Uncategorized

cinta tak terbalas itu masih terperosok di jurang hati paling dalam, lagi mencari dimana tempat dia menetap, butuh ruang untuk memahaminya. butuh waktu untuk mengobatinya, dan butuh kamu untuk mengertinya.

cinta tak terbalas itu seperti rasa selai kacang yang masih tersisa di mulut, selainya sudah tidak ada, tapi rasanya membekas. Butuh air untuk menghilangkannya, tapi tak bisa menjamin dapat menghilangkan rasa kangennya.

Mencintaimu adalah sebuah resiko, mesti aku tahu kamu akan menertawakannya, menjadikan bentuk hati ini menjadi setengah dan tak pernah utuh.

kita cuma tak bisa menyatu, karena tidak ada keterbukaan. mengertikah kamu ? cinta tak terbalas itu masih membekas di dalam hati, masih ada di dalam hati dan dia ingin keluar segera, tapi dia tidak menemukan jalan keluarnya.

Cinta tak terbalas itu sebuah kejujuran dan aku harus jujur, dia itu adalah kamu. tapi aku tidak bisa memilikinya. aku tidak bisa menepatinya. aku tak bisa mewujudkan, bahwa aku mencintai kamu.

pulang dan  kembalilah kepadaku. cuma itu yang aku harapkan. aku cuma terlambat mengatakan bahwa “aku mencintai kamu”, tapi saat itu aku tidak mengerti bagaimana mengatakannya.

kamu sudah pergi. kamu bayangan yang pernah terlupakan, aku ingin kembali dan seribu sesal menjelma.

dan kamu tetep yang terdalam…

Foto – Foto di masa labil

Posted: 22 Februari 2012 in Uncategorized

Foto-foto ini bener-bener buat gue kaget banget, dan engga nyangka bahwa gue bisa berfoto kayak gini.

Lagi coba nyali, dan ujung-ujungnya gue nangis juga

Mau beli apa neng? abangnya lagi pergi

dimana ini ? di mana ini ? emaaaaaaaaaakkk !!!!

Om, bagi Om.. bagi om.. buat modal kawin

Nyemplung nih… nyemplung ????? !!

Bukan manusia biasa, pake naik-naik

Presiden direktur tukang tahu

Profesi ini sudah lama gue jalanin, tapi diem-diem aja ya

Sebenernya udah ngompol nih !

Tagihan mana nih yang harus di bayaaar ?? pusiiiiing

Tukang kue putu

Maaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !!!!!!!!!!!!!!

Memiliki dia

Posted: 20 Februari 2012 in Uncategorized
Tag:, , ,

Aku bersyukur memiliki dia, bukan Cuma karena cintanya yang besar, tapi karena sikapnya yang memperlakukan aku sebagai calon pemimpin baginya.

Menghargai kapasitasku sebagai laki-laki, tanpa menghiraukan bahwa dia seorang wanita yang punya hak berpendapat, dan selalu berdiskusi denganku

Dia berpendirian Teguh, dan bukan keras kepala. Melibatkan aku dalam pengambilan keputusan, dan membiarkan aku mengambil resiko atas keputusan itu. Dan jika aku tergelincir dalam mengambil keputusan, dia Cuma tersenyum dan mengatakan,

“Ayo bangun, masa depan kita masih menanti bukan?”

 Dia juga membiarkan aku berjalan sendiri, dengan segala resiko yang aku miliki, tapi dia berkata ”Jika perlu kembali, maka berceritalah denganku”

 Dia juga pernah bilang,

”aku menerima pinanganmu, lengkap dengan paket kesusahanmu, kemelaratanmu, dan ke keras kepala-an mu”

”aku menerima pinanganmu, bukan karena fisikmu, bukan karena materimu, dan juga bukan karena cintamu semata, aku menerima pinanganmu karena potensi dirimu”

 Aku bersyukur memiliki dia, ketika putus asa tiba, dia yang memagari keputusasaan ku dengan rapih agar itu tidak menggangguku lagi.

Dia tahu bagaimana memperlakukan aku sebagai seorang pemimpin bagi dirinya, dan dia lebih tahu, bagaimana caranya agar aku tidak menyakiti dirinya.

 

Dia memasang ”pagar”  untuk dirinya, agar laki-laki lain tak pernah menyentuh dirinya, dia punya sikap cerdas untuk mengatasi masalah ini.

Dia bukan perempuan sempurna, tapi dia tahu bagaimana bersikap untuk menghargai dirinya sendiri, dan menghargai pasangan jiwanya, yaitu aku.

Dan aku luluh lantak karena sikapnya, karena pendiriannya, dan karena dia bisa menjaga dirinya. sebagai pasangan jiwaku.

Kelak jika aku mati, aku tak perlu dikuburkan disamping pusaramu, karena aku yakin, kita akan bersatu disana. Mengulang apa yang pernah kita jalani.

Kamu, aku, dan cita-cita kita. Itu yang terpenting.

 

 

 

Jakarta, 20-february-2012

Dari penggalan kata-kata di twitter @boyhidayat

Boy hidayat

Hari ini, 14 Februari. Hari yang sangat berarti bagi masyarakat dunia, entah karena apa saya juga tidak mengerti. banyak orang bilang hari ini adalah hari Valentine. Hari kasih sayang. apakah kasih sayang harus menjadi hari tertentu ? dan dengan alasan apa saya juga tidak pernah mengerti.

Hari ini tiba-tiba di meja kantor saya banyak coklat dan bunga, entah sebagai simbol apa saya juga tidak mengerti. Simbol kasih sayang ? lalu kenapa tidak di tunjukan kasih sayang tersebut bukan dengan barang yang bisa habis di lumat lidah atau kering karena tidak di siram ? saya juga tidak tahu.

Valentine buat sebagian orang sangat berarti, atau sengaja menjadi “arti” untuk pasangan-pasangan muda yang di mabuk asmara, tapi tunggu dulu, tunggu sampai beberapa tahun kemudian ketika mereka sudah menapaki hubungan yang lebih serius dengan ekonomi pas-pasan maka mereka akan memilih untuk menabung untuk memenuhi kebutuhan pesta pernikahan dari pada menghabiskan untuk membeli coklat dan bunga. ah ironis sekali !

 

Bagi saya, valentine tidaklah berarti. pernah suatu ketika perbincangan saya dengan kekasih tercinta ;

“selamat hari valentine sayang”

“tidak perlu mengucapkan hari valentine, lamar aku dan itu sudah cukup untuk membuktikan cinta kamu untuk aku”

 

saya kena pukul telak saat itu, tapi setelah saya pikir-pikir. di tahun-tahun berikutnya saya tidak pernah lagi mengucapkan selamat hari valentine untuk calon istri saya tersebut.

Valentine menjadi sesuatu yang tidak istimewa lagi buat saya.

Valentine menjadi sesuatu yang biasa saja untuk saya dan pasangan saya.

sampai akhirnya saya pernah mengatakan ;

“aku tidak pernah mencintaimu di hari valentine, namun aku mencintaimu disetiap harinya”

 

Papa lebih hebat dari saya

Posted: 11 Februari 2012 in Uncategorized

Pagi ini, saya dapat pelajaran lagi dalam hidup.

Sabtu pagi, saat saya akan berangkat ke kantor di daerah kuningan. Seperti biasa saya memakai jasa kereta api, dan memakai jasa angkutan umum bis kopaja  jurusan mangarai blok M itu membawa saja menuju kawasan Rasuna epicentrum, kuningan, tempat dimana saya bekerja.

Ditengah perjalanan, seorang bapak-bapak tambun naik di bis yang saya tumpangi. bapak tersebut berpenampilan cukup necis untuk se umuran beliau. memakai kaos yang cukup rapi dan celana blue jeans, serta memakai kacamata hitam membuatnya terlihat seperti pengusaha. Tubuhnya yang tambun jelas saja tidak akan bisa duduk di kursi deretan depan yang ukuran kursinya lebih kecil dari tubuh beliau.

” Permisi, geser sedikit.” Bapak bertubuh tambun itu menegurku, lalu aku menggeser posisi duduk agar si bapak tersebut bisa duduk disebelah aku.

“wah badannya juga besar ya mas, sama seperti saya.” katanya.

aku cuma tersenyum, sebagai bentuk “komunikasi” terhadap orang yang baru saja aku temui, bahkan namanya pun aku tidak kenal.

“mau  kemana mas ?” tanya bapak tersebut

“mau ke kawasan kuningan pak.” jawabku

Dia tersenyum dan menceritakan banyak hal tentang dirinya. Laki-laki bertubuh tambun tersebut, bicara denganku, ternyata dia adalah pengusaha batubara kecil-kecilan dan juga pengusaha export pangan ke Jepang.

“Oh jadi bapak export ubi ke Jepang ? ” tanya ku

” iya, sekali export bisa ber ton- ton mas”

“produksi untuk lokal pak?” tanyaku

“oh tidak mas, khusus export ke Jepang saja”  bapak tersebut memberikan informasi kepadaku

Dalam hitungan detik kami sama-sama terdiam, dan menelaah perbincangan kami yang singkat. Kemudian bapak bertubuh tambun tersebut kembali bertanya kepadaku ?

” umurnya berapa mas ?”

“28 tahun pak”

“Sudah menikah ?” tanya nya kembali.

“Insya Allah tahun ini pak, jika semuanya baik-baik saja” kataku

“tapi kawin udah doong? sambil bercanda dia menepuk dengan cukup keras bahu ku

“Alhamdulillah belum pak, dan tidak boleh terjadi sebelum menikah bukan pak ?” balasku.

“oh..oh.. bagus.. bagus sangat jarang anak muda jaman sekarang yang punya prinsip seperti kamu.”

“saya hanya menjaga harga diri saya pak” balasku

Bapak bertubuh tambun tersebut sepertinya terkagum-kagum dengan jawaban yang saya lontarkan tersebut. Raut muka nya tidak biasa. dan tiba-tiba beliau berkata ;

” yah, jaman sekarang sangat jarang laki-laki seperti kamu”

tanpa saya mengerti maksud dari pembicaran bapak tersebut.

” lalu sekarang kuliah apa kerja ?”

“kerja pak, di salah satu perusahaan minyak lokal pak,” jawabku

“hebat, masih muda sudah bekerja, tapi kok masuk hari sabtu ?”

“saya lembur pak ?” jawabku

“kamu tipekal pekerja keras ya !”

“biasa saja pak”

“waktu kuliah, kamu studi apa ?”

“oh, saya kuliah D3 di UI, ngambil jurusan Manajemen Informasi, dan pada tahun 2006 saya lanjut kuliah UI, ngambil jurusan Politik  sambil bekerja pak”

“saya suka juga berpolitik, saya cukup kenal dengan MD mahfud, Jimly Assidiq” dan dia cukup banyak menyebutkan nama-nama orang berpengaruh di negeri ini.

“Tidak memakai mobil pribadi pak ?”

“ah saya tidak suka memakai mobil pribadi kalo kemana-mana, lebih enak pakai kendaraan umum, lebih banyak orang yang kita temui” katanya.

“ooh.. iya..iya”

“saya juga suka berpolitik, dan saya juga aktif di salah satu partai besar di negeri ini” sambil menyebutkan nama salah satu partai yang pernah berkuasa lama di negeri ini.

“kamu cocok jadi anak saya”

tanpa mengerti maksud dari omongan bapak tersebut. saya hanya tersenyum dan mengatakan.

“Papa saya lebih hebat dari saya pak,” kataku

“oh ya ?. Pasti pejabat ? atau fungsionaris partai ? atau setidaknya papa mu punya segudang aktifitas sosial ya ?

“Tidak pak. Papa orang biasa, bukan fungsionaris partai, meskipun aktif di salah satu partai di negeri ini, dan juga salah satu pengurus ranting untuk salah satu organisasi Islam terbesar di negeri ini pak, tapi papa orang biasa, bukan pejabat. tapi buat saya, papa jauh lebih hebat dari saya pak, Almarhumlah yang membuat saya menjadi seperti ini, papa juga bukan seorang sarjana politik seperti saya pak, tapi papa bisa membesarkan ketiga anaknya menjadi seorang sarjana pak.  balasku.

” Papamu memang orang hebat”

“itu kenapa papa tidak akan pernah tergantikan buat saya pak, dan saya juga tidak bisa melebihi kehebatan papa saya pak, setidak nya menurut saya sendiri”

Pagi ini disebuah pelajaran hidup lagi buat saya, dan tetap dalam mengenang papa.

saya tidak lebih hebat dari papa.

Praktik perbudakan di Amerika Serikat baru berakhir usai Perang Saudara di negara tersebut pada abad 18. Berkat Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat, puluhan ribu warga kulit hitam yang kebanyakan bekerja di ladang kapuk dibebaskan.

Semenjak itu, warga kulit hitam dihargai kerja kerasnya dengan mendapatkan upah atas pekerjaan mereka. Salah satunya adalah Jourdon Anderson, mantan budak milik Kolonel Anderson di Big Spring, Tennessee. Jourdon yang saat itu sudah mendapatkan pekerjaan dan hidup bebas di Ohio diminta bekerja kembali oleh mantan majikannya di ladang kapuk miliknya.

Namun, melalui sebuah surat, Jourdon tidak menolak maupun mengiyakan permintaan majikannya tersebut. Dengan kata-kata yang sopan, Jourdon meminta kepada majikannya upah yang lebih dari 30 tahun tidak diperolehnya. Itu salah satu syarat yang dimintanya jika Anderson memang benar ingin mempekerjakannya kembali.

Surat itu dituliskan orang lain sementara Jourdon yang buta huruf mendiktekannya. Surat ini juga pernah diterbitkan di harian New York Daily Tribune, Agustus 1865. Selang 147 tahun berlalu, surat Jourdon kepada Anderson layak disimak sebagai bagian perjuangan seseorang dalam mendapatkan hak-haknya yang terenggut.

Berikut kutipan lengkap surat Jourdon:

Dayton, Ohio,

7 Agustus 1865,

Kepada Tuan Lamaku, Kolonel P.H. Anderson, Big Spring, Tennessee

Tuan: Saya telah menerima surat Anda, dan senang mengetahui Anda tidak melupakan Jourdon, dan menginginkan saya kembali dan tinggal bersama Anda lagi, menjanjikan yang lebih baik daripada orang lain. Saya sempat mengkhawatirkan Anda. Saya kira tentara Yankees telah lama menggantung Anda karena menampung para pemberontak di rumah Anda. Saya rasa mereka tidak pernah mendengar Anda yang mendatangi Kolonel Martin untuk membunuh tentara Serikat yang tertinggal di istal.

Walaupun Anda menembak saya dua kali sebelum saya kabur, saya tetap tidak ingin Anda terluka, dan saya lega Anda masih hidup. Akan sangat menyenangkan jika saya bisa kembali ke rumah Anda, bertemu dengan Nona Mary dan Nona Martha dan Allen, Esther, Green, dan Lee. Sampaikan salam sayang untuk mereka semua dan katakan saya ingin bertemu mereka di dunia yang lebih baik, jika bukan dunia ini.

Saya sebenarnya ingin mengunjungi Anda semua saat bekerja di Rumah Sakit Nashville, tapi salah satu tetangga saya bilang Henry akan menembak saya jika ada kesempatan.

Saya ingin tahu kesempatan baik apa yang Anda tawarkan kepada saya. Saya sudah hidup senang di sini. Saya mendapat upah US$25 per bulan, ditambah makan dan pakaian, memiliki rumah yang nyaman untuk Mandy (Istri Jourdon) -tetangga memanggilnya Nyonya Anderson-, anak-anak saya, Milly, Jane dan Grundy, dapat pergi sekolah dan belajar dengan baik. Guru Grundy bilang suatu saat dia bisa menjadi pendeta. Mereka sekolah Minggu juga, dan saya rutin ke gereja.

Kami diperlakukan dengan baik. Satu kali di Tennessee, kami tidak sengaja mendengar orang-orang berkata, “Mereka orang-orang hitam adalah budak.” Anak-anak sakit hati mendengarnya, tapi saya katakan kepada mereka, tidak memalukan jika menjadi budak Kolonel Anderson. Kebanyakan orang kulit hitam akan bangga, seperti saya dulu, memanggilmu majikan. Sekarang jika Anda menuliskan upah yang akan saya terima, saya akan  mempertimbangkan apakah saya akan kembali lagi.

Mandy mengatakan takut kembali, khawatir Anda akan memperlakukan kami tidak adil dan kejam lagi. Dan untuk membuktikan ketulusan Anda, saya minta dikirimkan upah selama kami melayani Anda. Ini akan membuat kami melupakan dan memaafkan luka lama, dan bergantung pada rasa keadilan dan persahabatan dengan Anda di masa depan.

Saya melayani Anda dengan setia selama 32 tahun dan Mandy selama 20 tahun. Jika upah saya US$25 sebulan dan US$2 seminggu untuk Mandy, maka upah kami total berjumlah US$11.608. Jangan lupa ditambahkan bunga upah kami yang tertunda, silakan potong untuk tiga kali kunjungan dokter dan cabut gigi Mandy. Dari situlah kita akan melihat seperti apa keadilan itu. Kirim uang tersebut menggunakan Adam’s Express, beralamat di V.Winters, Esq., Dayton, Ohio.

Jika Anda tidak bisa membayar upah tersebut, maka kami tidak bisa memegang janji Anda. Kami yakin para pembuat kebijakan telah membuka mata kami akan kesalahan yang dilakukan oleh Anda dan ayah Anda kepada saya dan ayah saya, yang membuat kami bekerja selama beberapa generasi tanpa upah apapun. Di sini, saya mengambil upah saya setiap Sabtu malam, tapi di Tennessee tidak ada upah apapun untuk para negro, hanya untuk kuda dan sapi. Tentunya suatu saat nanti akan ada hari  perhitungan bagi mereka yang menipu para pekerja seperti kami.

Dalam menjawab surat ini, tolong tuliskan kepastian adanya keselamatan bagi Milly dan Jane yang saat ini tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kau tahu seperti apa Matilda dan Catherine. Saya lebih baik tinggal di sini, kelaparan dan mati, daripada melepaskan putri-putri saya kepada majikan-majikan muda yang kejam dan menghinakan mereka. Tolong sertakan juga jaminan adanya sekolah negeri yang terbuka bagi anak kulit hitam. Seluruh hidup saya saat ini saya berikan untuk anak-anak saya dan pendidikan mereka, dan membentuk mereka menjadi pribadi yang saleh.

Sampaikan salam saya untuk George Carter, saya berterima kasih padanya karena merebut pistol dari tangan Anda ketika menembaki saya.

Bekas abdi Anda,

Jourdon Anderson

(Sumber: http://www.lettersofnote.com, umi)

dikutip dari kutipan vivanews.com