Tuhan kita bukan Uang !

Posted: 21 Oktober 2011 in Uncategorized

Judul diatas sebenernya memang agak sedikit ekstrim. kenapa saya memilih untuk membuat judul seperti diatas ?Ini atas sebuah pengalamanan saya baik dari membaca ataupun melihat langsung.

Semua di mulai pada masa Reinansannce atau abad pencerahan, dimana pusat industrialisasi berkembang dengan sangat pesat. Teknologi menjadi penggerak utama yang menghasilkan pundi pundi uang. beribu ribu tahun kemudian, uang masih merajai kehidupan manusia ini.

Sama seperti ketika saya beranjak dewasa, saya sudah mulai memikirkan, saya sudah punya apa ? berapa yang saya miliki? untuk apa yang saya miliki, dan semua berbasis dan bermuara dengan sesuatu yang bisa di hitung. Adalah uang !

uang adalah segalanya, atau segalanya pasti uang ! lalu saya mulai bertanya, dimanakah Tuhan ? kemanakah Tuhan? sebagai apa Tuhan sekarang ? lebih rendahkan Tuhan dibanding dengan uang? semua masih ada di kepala.

Saya beranjak dewasa, bekerja, berhubungan dengan lawan jenis. lalu mempersiapkan untuk pernikahaan, karena saya merasa umur saya sudah mapan. ketika saya membicarakan ini dengan pasangan saya, kami sadar bahwa kami belum memiliki uang yang cukup untuk menggelar pernikahan, lalu kami berusaha pelan-pelan, menyisihkan sedikit demi sedikit uang yang kami peroleh untuk menabung masa depan kami. memang belum terlaksana. kami pun masih berusaha.

Lalu, saya pernah berdiskusi mengenai hal yang paling penting dalam hidup manusia yaitu ; menikah.

Tahun depan saya ingin menikah, namun ketika ditanya “sudah punya uang berapa?” saya menjawab “belum ada..” lalu saya kembali ditembak dengan pertanyaan ” lalu dengan apa kamu menikah, bagaimana kamu mempersiapkannya?” saya terdiam. lalu menjawab. “tentunya dengan ikhlas, berdoa dan berusaha” mereka pun mengatakan, “tidak cukup dengan itu, ada faktor uang didalamnya”

Saya mengerti bahwa uang adalah salah satu faktor penentu dalam hidup, tapi saya tak pernah habis berfikir, kenapa uang selalu dijadikan patokan utama untuk itu? saya juga banyak berdiskusi dengan para teman-teman  “pemberontak hidup”  itu.

“elo menikah itu bukan dengan uang !, tapi dengan otot”

“uang cuma salah satu faktor menuju pernikahan, tapi yang diperlukan adalah keberanian”

Semua itu menjadi sebuah pembelajaran bagi saya untuk menggapai apa yang ingin saya dan pasangan saya gapai, menyusun rencana, berletih-letih, dan menikmati hasil usaha kami berdua. meskipun dengan susah payah kami menggapainya.

Tapi saya tidak mengerti kenapa uang selalu ber-orientasikan dengan kebahagiaan? tidak juga !!

Uang bukanlah faktor penentu dalam hidup, uang hanya fasilitas kita dalam menempuh hidup.

kita juga tidak berdoa kepada uang, menyembah uang, atau meyakini bahwa uang bisa menghidupi kita sebagai manusia yang seharusnya punya akal , perasaan, dan iman tentunya.

uang bukan Tuhan, tidak perlu kita selalu merasa membutuhkan nya setiap saat, tapi juga bukan berarti kita mengabaikannya dalam realitas kehidupan. dengan uang pula kita bisa beramal dan tentunya beramal adalah itikad baik kita sebagai manusia untuk menuju kasih abadi Tuhan Allah SWT, dengan cara beramal kita bisa mendekatkan diri dengan Tuhan, dengan uang kita beramal, adalah efek langsung dari segala jenis usaha yang kita usahakan, lalu kita diperintahkan oleh Agama 2,5 % dari hasil keringat kita adalah milik orang lain. inilah realitas berbagi dan agama mengaturnya.

Uang seperti sebilah mata pisau yang tajam, dilihat dari kiri – kanan, atas – bawah, dia tetap tajam.

kita membutuhkannya, tapi bukan menyembahnya. karena kita tahu TUHAN KITA BUKAN UANG ! setidaknya bagi manusia-manusia waras yang didalam otaknya tidak melulu melihat prespektif hidup hanya di nilai dengan uang, uang dan uang. Lalu kemanakah Tuhan kita ??

TUHAN KITA BUKAN UANG ! Tuhan kita adalah tempat dimana kita mengadu, menyembah dan mempercayakan segala rencana kita didalam kehidupan kita nantinya, lalu TUHAN mulai menyusun satu persatu “rejeki” yang bisa kita ambil, kita hanya tinggal mengikuti petunjuk-Nya

lalu pada kegamangan hati dan proses menuju sebuah kebahagiaan cinta abadi yang sedang di usahakan saya dan pasangan saya.  Saya berusaha mengerti dengan keadaan ;

“Setiap moment dalam hidup pasti ada waktunya, tidak bisa ditunda, atau dipaksa untuk disegerakan. Kita hanya berusaha dengan gigih untuk mencapai apa yang kita inginkan, jangan penuh dengan ketakutan. karena ketakutan tidak menyelesaikan masalah. Melangkahlah dengan tenang dengan perencanaan yang matang, dengan tidak terburu-buru. tapi ada titik tujuan yang dicapai, Insya Allah Sang Khalik mendengar doa kita”

Iklan
Komentar
  1. fai berkata:

    lalu akan muncul satu kalimat “uang bukan masalah, yang jadi masalah kalau gak punya uang” wakakakakakk

    any way gw bukan wartawan bukan pula juru photo hanya orang biasa yang suka bermain kata dan jepret2 alakadarnya, wakakakakakkkk

    tengkyu dah mampir mampir, sering2 yo, tar dapet gelas cantik dah, wakakakakakkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s