Arsip untuk Maret, 2011

 

 

Kenapa harus mengeja nama mu ? membuatnya lebih bisa di baca dan mudah dipahami? Tidak juga. Kenapa harus merangkainya satu persatu ? kenapa tidak dihapus atau dianggap tidak ada saja ? agar aku tahu bahwa ternyata menyimpan nama mu dalam pahatan kecil adalah nama yang tidak bisa hilang.

Aku menulis, mengeja, membaca, dan dibacakan lagi-lagi namamu, di buku harian, di langit-langit kamar, di pekatnya malam. Bahkan bintang berulang kali menyebut nama mu. Dan kamu masih saja terukir.

Aku pusing, pada sebuah kesetiaan.

Sepuluh, duapuluh menit, aku masih tetap tidak bisa tidur. Di Catatan-catan kecil, masih ada namamu.

Kenapa harus mengeja nama mu lagi ? mengeja sesuatu yang sebenarnya aku sudah tahu. Namun benarkah aku mengetahui nya ? iya, aku tahu namamu. Tapi aku ingin tahu lebih dari nama mu.

Dan memang aku harus mengeja namamu, sebelum aku tahu. Bahwa kamu benar-benar pantas untuk di ejakan di pelaminan nanti.

19-mar-2011

Boy Hidayat

Bakrie tower, Jakarta

Iklan