Sebuah Pesan

Posted: 24 Juni 2010 in Uncategorized

Pernah merasa egois ?

Aku pernah, ketika keraguan menghampiri perasaan ini. Aku selalu berfikir bahwa dia tidak akan pernah mencintaiku sepenuhnya. Terkadang rasa itu membuat aku takut, membuat aku ingin bertanya kepadanya, “sampai kapan aku masih dalam hatimu?”. Tapi ada satu hal yang tidak pernah aku sadari, bahwa itu akan sangat menyakitkan untuk dia.

Segera ku kirimkan pesan singkat kepadanya ;

“kamu bahagia denganku ? lalu apalagi kekurangan yang aku miliki”

Pesan terkirim.

Aku cemas, selalu cemas dengan segala kecemasanku, untuk dia, untuk kita. Dan untuk sebuah keadaan yang aku jalani sekarang atau bahkan nanti dengannya.

Pesan singkat aku terima.

“Kamu udah buat aku bahagia, bahagia banget walaupun aku tak pernah tahu apakah kamu ikhlas membahagiakan aku, tidak ada yang kurang satupun denganmu dan aku serius untuk mau menjadi istrimu, aku akan berusaha sebaik mungkin jadi yang terbaik untuk kamu”

Aku bersalah, meragukan apa yang kamu rasa. Bahkan untuk memahami apa yang kamu miliki.

Lalu aku kembali melihat langit-langit kamar. “Menemukan dirinya” didalam hati, lalu memaknai bahwa dirinya berarti untukku. Dengan segala cita-cita antara kamu dan aku.

Bahwa aku memang “dipesan” untuk berusaha membahagiakan kamu.

24-june-2010

Boy Hidayat

(untuk embil, dengan segala maaf)

Bakrie Tower Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s