Arsip untuk Juni, 2010

Sebuah Pesan

Posted: 24 Juni 2010 in Uncategorized

Pernah merasa egois ?

Aku pernah, ketika keraguan menghampiri perasaan ini. Aku selalu berfikir bahwa dia tidak akan pernah mencintaiku sepenuhnya. Terkadang rasa itu membuat aku takut, membuat aku ingin bertanya kepadanya, “sampai kapan aku masih dalam hatimu?”. Tapi ada satu hal yang tidak pernah aku sadari, bahwa itu akan sangat menyakitkan untuk dia.

Segera ku kirimkan pesan singkat kepadanya ;

“kamu bahagia denganku ? lalu apalagi kekurangan yang aku miliki”

Pesan terkirim.

Aku cemas, selalu cemas dengan segala kecemasanku, untuk dia, untuk kita. Dan untuk sebuah keadaan yang aku jalani sekarang atau bahkan nanti dengannya.

Pesan singkat aku terima.

“Kamu udah buat aku bahagia, bahagia banget walaupun aku tak pernah tahu apakah kamu ikhlas membahagiakan aku, tidak ada yang kurang satupun denganmu dan aku serius untuk mau menjadi istrimu, aku akan berusaha sebaik mungkin jadi yang terbaik untuk kamu”

Aku bersalah, meragukan apa yang kamu rasa. Bahkan untuk memahami apa yang kamu miliki.

Lalu aku kembali melihat langit-langit kamar. “Menemukan dirinya” didalam hati, lalu memaknai bahwa dirinya berarti untukku. Dengan segala cita-cita antara kamu dan aku.

Bahwa aku memang “dipesan” untuk berusaha membahagiakan kamu.

24-june-2010

Boy Hidayat

(untuk embil, dengan segala maaf)

Bakrie Tower Jakarta

Iklan

Gue sedang tidak enak perasaan

Berapa    hari ini bokap gue bolak-balik masuk rumah sakit. Bokap sakit ginjal. Ini adalah cobaan terberat buat gue dan keluarga, bokap selama ini adalah laki-laki yang paling tegar dan kuat yang pernah gue temuin di dunia. dan gue juga yakin, setiap anak pasti akan membanggakan ayahnya sendiri. Gue pun begitu.

Sejak Bokap sakit, gue goyah tapi hal ini engga akan pernah gue tunjukkin di depan siapapun. sejak bokap sakit, ada hal yang membuat gue selalu gelisah. Ini adalah ke khawatiran seorang anak. sayangnya gue engga bisa nangis, ini karena ajaran bokap juga. Bokap selalu bilang “Jangan pernah nangis”.

Gue juga percaya, setiap kehidupan itu pasti punya dua sisi, seperti;

hitam sama putih

baik sama buruk

sedih dan senang

Dan gue sekarang lagi ngerasain warna-warna hidup tersebut.

Tangan gue butuh pegangan, pegangan tempat dimana gue bisa bangkit untuk berdiri lagi. dengan semua masalah yang sedang gue hadapin. Gue butuh di dengarkan, meskipun gue juga engga pernah cerita banyak bagaimana gue ingin sekali di dengarkan.

Gue punya dia, seseorang yang akhir-akhir ini selalu buat gue tabah. dia, seseorang yang akhir-akhir ini gue ngerasain dia bisa lebih mengerti dan sabar menghadapin tingkah gue yang kadang-kadang sembrono, ceroboh, atau tingkah gue yang engga gue duga-duga akan melakukannya.

Gue bersyukur, dia masih mau menemani gue dalam keadaan apapun, dia sudah berubah. dan gue bisa merasakan perubahan yang berdampak positif untuk kita berdua. Dia sabar menghadapi gue. yang lagi sering mengeluh, dia yang sabar yang menghadapi gue yang sering ngelamun.

terima kasih Icha…

Rahasia kecil gue adalah.

Gue akan tegar ketika gue tahu bahwa gue masih bisa “pegangan” sama orang yang gue sayang.

Gue kadang akan rapuh ketika gue tahu, bahwa semua cerita gue engga pernah didengar oleh siapapun.

dan gue…

menjalani semua

Terima kasih Icha… untuk segalanya