Arsip untuk Januari, 2010

Selamat Ulang tahun sayang

Posted: 10 Januari 2010 in Uncategorized

Entah sudah berapa banyak pesan singkat masuk kedalam ponselku, memberikan doa atau sekedar mengucapkan “selamat ulang tahun”, aku balas satu persatu pesan dari para sahabat-sahabat terbaik itu. Tapi di hari yang istimewa ini aku selalu menunggu momen istimewa yang sudah 26 tahun aku terbiasa menerimanya, dan saatnya itu tiba.

 Sebuah kecupan hangat mendarat dikeningku, sejenak sebelum aku terjaga dari tidur ini, lalu usapan lembut tangan yang sangat aku kenal, bahkan sebelum aku melihat tangan orang tersebut. “Selamat ulang tahun sayang”. Mama, selalu melakukannya seperti biasa di setiap tahunnya, dan aku sangat menikmatinya, usapan lembut tangannya, tiba-tiba bisa langsung menghilangkan penat dikepalaku selama menjalani hidup. Pusing, beban, atau apapun itu, jika tangan “si bidadari” itu aku menyebutnya, menyentuhku tiba-tiba semuanya hilang begitu saja.

Tiba-tiba mama menggenggam tanganku,;

“Sayang, sudah saatnya kamu memikirkan masa depan.”

“Masa depan apa ma ?”

“kamu sudah dewasa, layaknya laki-laki berusia 26 tahun, kamu harus mencari, atau setidaknya memikirkan, dengan siapa kamu hidup nanti”

“dengan siapapun aku hidup nanti ma, aku akan selalu membutuhkan cinta mama”

Mama terdiam sejenak,

“26 tahun rasanya sebentar sekali, melihat kamu tumbuh dan terus tumbuh hingga kamu dewasa. Terkadang mama ingin sekali mengulang masa-masa menggendong mu, mengajari kamu pelajaran matematika, yang saat itu mama tahu itu adalah pelajaran yang paling kamu benci, masih sampai hari ini ?”

“masih ma..”

Pagi ini, sebelum aku berangkat bekerja, aku lihat mata wanita yang paling berharga dan yang menjadi cinta mati ku ini dalam-dalam. Ada kesejukan didalamnya. Ada ketenangan disana. Aku kecup kening mama dalam-dalam.

“mama Cuma ingin memberikan ini.”

Tiba-tiba aku lihat beberapa lembar uang, digenggamnya jatuh ke tanganku. Aku menarik tanganku untuk tidak mengambilnya.

“Mama sayang, anak mama sudah bekerja sudah gak pantas menerima ini”

“karena nilainya sayang ? tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan apa yang kamu raih ?”

“bukan mama, tapi memang sudah tidak pantas.”

“Nak, bagaimanapun juga, kamu masih anak mama, jantung hati mama. Kecil ataupun besar nilainya, bukan itu tujuannya, tapi mama ingin sekali membuatmu bahagia”

“mama sudah sangat lebih membuatku bahagia ma, bahkan dengan cara apapun dan dibandingkan dengan apapun.”

“maka sekarang buat mama bahagia dengan menerima apa yang mama berikan hari ini”

Aku tidak bisa mengelak, bukan menimbang karena sebuah nilai apa yang mama berikan padaku, tapi memang karena sebuah “NILAI” yang aku lihat dari semua ini, ketulusan mama, membahagiakan anaknya. Senyuman mama saat aku menggenggam tangannya lalu mengecup keningnya. Dan semuanya atas apa-apa yang tidak pernah bisa aku balas, bahkan dengan nyawaku.

“26 tahun, adalah usia dimana seorang laki-laki harus berfikir keras, bertanggungjawab atas apa yang diperbuat, dan harus berani mengambil resiko atas segala konsekwensi hidup nak, dan mama yakin kamu pasti mampu menjalani semua ini, hidup itu bukan dibelakang sayang, tapi didepan sana. Banyak yang menantimu, dan harus kamu raih, kesuksesan, kemapanan, harga diri, dan juga cinta sejatimu. Semuanya harus kamu dapatkan, karena mama tahu persis kamu adalah pemimpi yang hebat, kamu yang selalu bilang, mimpi adalah cita-cita bukan ? maka dari itu kejar mimpimu sayang, doa mama selalu menyertaimu”

“mama bukan Cuma cinta sejatiku ma, tapi maha cinta sejati yang pernah aku miliki ma”

Mama tersenyum lalu mengecup keningku lagi

“Selamat ulang tahun sayang”

Boy Hidayat 10-januari-2010

Dihari yang sangat bahagia