Rasa yang menyebalkan, tapi saya menikmatinya

Posted: 29 Desember 2009 in Uncategorized

Tetap bergandengan

Terkadang, kita membutuhkan sambutan dan uluran tangan orang yang kita sayangi dalam menyelesaikan masalah dalam hidup ini, karena kita sadar kita tidak akan pernah bisa hidup sendirian. Begitu juga sama dengan hidup yang saya alami. Ketika kesendirian yang berlangsung untuk waktu yang cukup lama saya selalu beranggapan saya berada di “zona kenyamanan”- zona kenyamanan yang saya buat sendiri, tanpa berbagi, tanpa bercerita dan yang [paling penting ; terbangun sendiri jika sedang terjatuh. Tanpa ada uluran tangan. 

Saya tidak bermaksud untuk bermanja ria,  karena saya sangat sadar bahwa laki-laki diciptakan bukan untuk bermanja-manja riang. Laki-laki diciptakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, menyikapi masalahnya sendiri, namun hal yang paling penting adalah laki-laki diciptakan untuk ikut juga menyelesaikan masalah orang yang disayanginya. Itulahj kodrat seorang laki-laki.

Dulu saya sering menyelesaikan masalah saya sendiri, dengan berfikir sendiri, dengan memecahkannya sendiri. Tapi ada yang saya lupakan. Saya juga butuh berbagi dengan orang lain, bukan hanya berbagi menyelesaikan sebuah masalah. Namun juga berbagi kebahagiaan, keindahan, dan hal-hal yang menyenangkan hati dan pikiran saya.

Setelah saya sadari, bahwa menyelesaikan masalah sendiri, termasuk dengan menikmati kesenangan sendiri, adalah rasa egoisme saya sebagai seorang laki-laki. dan itu sangat tidak layak. sangat tidak pantas, dan sangat-sangat egois. Ternyata kesendirian juga membuat saya ego, ambisius negatif.

Saya tidak menyadari dan saya akan segera keluar dari “comford zone” saya dengan segala kesendiriannya.

Sekarang, saya mempunyai teman berbagi, seperti tulisan saya sebelumnya, setiap yang ada di dunia ini pasti berpasang-pasangan, kiri dengan kanan, baik dengan buruk, atau hal-hal lainnya baik berpasangan maupun berlawanan, atau apa saja yang jelas tidak ada objek apapun di dunia ini yang tidak mempunyai “pasangan”.

Setelah memiliki dia, kebersamaan baru segera muncul dari hidup saya, ada tangan yang lembut, yang bergelayut ditangan saya yang keras ini, ada yang ikut menggenggam tangan kanan saya, selain tangan kiri saya menggenggam. ada perempuan yang melihat sorot yang mata yang sangat tajam ini, namun tiba-tiba luruh seketika. Tapi yang paling saya sadari adalah, ada sebuah perasaan yang tidak dapat diterjemahkan oleh mulut dan tulisan saya dengan kapasitas laki-laki saya ini.

Sebuah rasa yang absurd, yang cuma bisa saya jelaskan ketika saya melihat matanya. Tunggu bukan saya jelaskan, tapi saya pahami arti rasa ini maksudnya… 

Cinta ? saya sendiri juga tidak tahu, apakah rasa cinta itu.

Yang saya tahu, rasa ini mengganggu malam-malam saya, yang seharusnya tidur dengan nyenyak. Tapi rasa ini, cukup membuat saya terjaga ditengah malam untuk waktu yang cukup lama.

Rasa ini menyebalkan, namun saya ikut menikmatinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s