Kamu dan aku bukan cinta biasa !

Posted: 7 Desember 2009 in Uncategorized

“Pegang saja tangannya, tapi suatu saat kamu akan ada di pelukku. !”

Aku berani bertaruh denganmu, suatu saat kamu akan di pelukku dan akan melepaskan genggaman tangannya. Sebab kamu tahu, cintaku bukan cinta biasa ! aku egois, aku ingin memilikimu, itu sebab aku akan merebut dirimu dari tangannya, bahkan dari hatinya.

Sebab sudah tidak ada kesabaran lagi bagiku untuk menunggumu, aku ingin merebutmu darinya, dan itu segera !! kamu juga pernah bilang, “Kenapa harus aku ?” jawabannya Cuma satu, karena aku ingin memilikimu, itu saja !!

“Pegang saja tangannya, karena suatu saat kamu akan bersandar dipundakku !”

Lalu kamu tertawa, dan mengatakan ;

“terlalu banyak keraguan untukku, untuk menjadi milikmu, setelah aku memilih untuk bersamanya”

“tapi lebih banyak keraguan dihatimu, untuk menjalani hubungan ini dengannya..”

“kamu sangat yakin, bahwa aku ragu?”

“sangat-sangat yakin !”

“aku bahagia dengannya..”

“tapi tidak akan sebahagia kamu dengan aku !”

“cium saja bibirnya, tapi kamu tidak akan pernah merasakan kehangatan sedikitpun !, karena kehangatan itu ada dihatiku, untuk segera memilikimu..!”

“seberapa besar kamu mencintaiku ?”

“sebesar kamu ingin mengkhianati cintanya !”

“aku tidak mengkhianati cintanya !”

“tapi kamu menyimpan aku diam-diam, didalam hatimu.”

“darimana kamu tahu ? kamu bukan dewa yang tahu segalanya.”

“dari mata kamu yang bicara..”

“mataku tak pernah mengatakan apa-apa !”

“matamu terlihat kosong, mungkin sekosong hatimu, meskipun dia adalah milikmu..!”

“dia memang milik-ku..”

“tapi kamu bukan miliknya, kamu milikku !!”

“Lalu kenapa kamu tidak memiliki dari dulu,?”

“karena kamu terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu, kamu takut kesepian, kamu takut sendirian, tapi hasilnya sampai hari ini pun kamu tetap sendirian kan ? meskipun dia telah menjadi milikmu,!”

Kita sama-sama diam, duduk dipelataran rumah kayu, memperhatikan satu-persatu butiran-butiran hujan yang jatuh ke bumi, seperti jatuhnya kepalamu bersandar dipundakku, sore ini terlalu dingin, tapi hatimu masih lebih dingin. Aku tidak menemukan kebahagian disana ! kebahagiaanmu ada padaku.

“kenapa kamu terlalu yakin, aku mencintaimu.?” tanyamu.

“kalau aku tidak yakin, bagaimana aku bisa meyakini diriku sendiri, bahwa aku mencintaimu !”

“bukannya itu egois ?, menyakiti dirimu sendiri ?”

“untuk dibeberapa kasus, terkadang rasa egois diperlukan untuk membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai seseorang yang sangat kita puja, bukan ?”

Kamu memeluk erat pinggangku, sangat dekat. Tiba-tiba kecupan bibirmu menghangatkan aku.

“kamu tahu, itu sudah membuktikan bahwa kamu memang milikku !”

Lalu kamu tersenyum malu.

Aku tidak tahu, apakah ini sebuah pengkhianatan hati, atau sebuah kejujuran hati yang belum pernah dikatakan sedikitpun antara aku dan kamu.

7-December-2009

Boy Hidayat

Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s