Arsip untuk Desember, 2009

Tetap bergandengan

Terkadang, kita membutuhkan sambutan dan uluran tangan orang yang kita sayangi dalam menyelesaikan masalah dalam hidup ini, karena kita sadar kita tidak akan pernah bisa hidup sendirian. Begitu juga sama dengan hidup yang saya alami. Ketika kesendirian yang berlangsung untuk waktu yang cukup lama saya selalu beranggapan saya berada di “zona kenyamanan”- zona kenyamanan yang saya buat sendiri, tanpa berbagi, tanpa bercerita dan yang [paling penting ; terbangun sendiri jika sedang terjatuh. Tanpa ada uluran tangan. 

Saya tidak bermaksud untuk bermanja ria,  karena saya sangat sadar bahwa laki-laki diciptakan bukan untuk bermanja-manja riang. Laki-laki diciptakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, menyikapi masalahnya sendiri, namun hal yang paling penting adalah laki-laki diciptakan untuk ikut juga menyelesaikan masalah orang yang disayanginya. Itulahj kodrat seorang laki-laki.

Dulu saya sering menyelesaikan masalah saya sendiri, dengan berfikir sendiri, dengan memecahkannya sendiri. Tapi ada yang saya lupakan. Saya juga butuh berbagi dengan orang lain, bukan hanya berbagi menyelesaikan sebuah masalah. Namun juga berbagi kebahagiaan, keindahan, dan hal-hal yang menyenangkan hati dan pikiran saya.

Setelah saya sadari, bahwa menyelesaikan masalah sendiri, termasuk dengan menikmati kesenangan sendiri, adalah rasa egoisme saya sebagai seorang laki-laki. dan itu sangat tidak layak. sangat tidak pantas, dan sangat-sangat egois. Ternyata kesendirian juga membuat saya ego, ambisius negatif.

Saya tidak menyadari dan saya akan segera keluar dari “comford zone” saya dengan segala kesendiriannya.

Sekarang, saya mempunyai teman berbagi, seperti tulisan saya sebelumnya, setiap yang ada di dunia ini pasti berpasang-pasangan, kiri dengan kanan, baik dengan buruk, atau hal-hal lainnya baik berpasangan maupun berlawanan, atau apa saja yang jelas tidak ada objek apapun di dunia ini yang tidak mempunyai “pasangan”.

Setelah memiliki dia, kebersamaan baru segera muncul dari hidup saya, ada tangan yang lembut, yang bergelayut ditangan saya yang keras ini, ada yang ikut menggenggam tangan kanan saya, selain tangan kiri saya menggenggam. ada perempuan yang melihat sorot yang mata yang sangat tajam ini, namun tiba-tiba luruh seketika. Tapi yang paling saya sadari adalah, ada sebuah perasaan yang tidak dapat diterjemahkan oleh mulut dan tulisan saya dengan kapasitas laki-laki saya ini.

Sebuah rasa yang absurd, yang cuma bisa saya jelaskan ketika saya melihat matanya. Tunggu bukan saya jelaskan, tapi saya pahami arti rasa ini maksudnya… 

Cinta ? saya sendiri juga tidak tahu, apakah rasa cinta itu.

Yang saya tahu, rasa ini mengganggu malam-malam saya, yang seharusnya tidur dengan nyenyak. Tapi rasa ini, cukup membuat saya terjaga ditengah malam untuk waktu yang cukup lama.

Rasa ini menyebalkan, namun saya ikut menikmatinya.

“Sejak kapan, kamu menyayangiku ?”. Pertanyaan bodoh yang akhirnya aku sesali, melontarkan pertanyaan itu kepadamu. Padahal aku tahu persis, perempuan tidak menyukai sikap “keragu-raguan” perempuan juga tidak suka pertanyaan yang mengarahkan dirinya bahwa apa-apa yang sudah mereka berikan dianggap belum bisa menjawab pertanyaan “keragu-raguan” seorang laki-laki.

“Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung hatimu.”

Kamu hanya tersenyum, melihat mataku dalam-dalam. Di sebuah kereta yang membawa kita pulang, untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama aku tidak pernah berjalan-jalan dengan seorang perempuan dan menonton film di sebuah bioskop, hanya dengan kamu.

“Sejak aku melingkarkan tanganku dipergelangan tanganmu.”

Cuma itu jawaban yang aku terima darimu. Sebuah jawaban yang sangat bijak. Karena sejak hari kamu menjawab pertanyaanku, kamu selalu melingkarkan tanganmu di pergelangan tanganku.

Sejak hari itu juga, dan di hari-hari berikutnya. Kamu berhasil memadamkan “rasa curiga” yang berlebihan didalam hatiku. Curiga, karena aku selalu bersikap untuk terus memakai logika, tanpa mengimbanginya dengan perasaan. Sebuah perasaan, yang sekarang baru aku sadari, bahwa itu membuatmu nyaman.

Kamu juga sering berpamitan melalui pesan pendek yang kamu kirimkan kepadaku.

“Aku mau potong rambut, boleh tidak ?”

“Aku mau nonton futsal, boleh ?”

“Aku mau, makan. Kamu sudah makan ?”

Pesan-pesan pendek ini yang menghantam hatiku bertubi-tubi, pesan ini pula yang mencairkan “logika” keras ku terhadapmu. Dan kamu berhasil menaklukannya.

Namun ada hal yang benar-benar membuatku porakporanda terhadapmu, sikap mu yang ingin belajar, ingin mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui, dan sebelum kamu bertanya kepada orang lain, kamu bertanya kepadaku terlebih dahulu. Saat itu aku baru mengetahui, aku begitu berarti untukmu. Setidaknya sekarang ini.

Kamu juga menjawab saat aku tanyakan, “mengapa kamu bertanya padaku terus, Tanya saja ke orang lain yang lebih tahu”. Kamu  menjawab ; “Sebelum aku percaya atas jawaban orang lain, aku harus percaya kepada jawabanmu terlebih dahulu.”

Kamu juga yang menepiskan bayangan masa lalu kita berdua, kamu selalu bilang ; “kita dipertemukan karena banyak kesamaan di masa lalu yang kita jalani, Mungkin Tuhan sengaja mempertemukan  kita berdua. Agar kita bisa sama-sama mengobati, dan belajar.”

 Kamu, iya kamu !

Yang masih saja melingkarkan tanganmu dipergelangan tanganku.

Yang mungkin suatu saat akan memeluk tubuhku, entah untuk sebuah keabadian, atau mungkin untuk sebuah perpisahan.

 

Boy Hidayat

28-december-2009

“catatan akhir tahun”

Gue udah lama banget engga paernah jalan bareng nyokap. terakhir, beberapa minggu yang lalu gue ngajak jalan nyokap ke warung taman, Bogor. kemaren gue jalan bareng lagi ama nyokap, dengan tujuan mencari kacamata buat gue. nyokap ngasih tau, katanya dia tahu dimana buat kacamata yang bagus. Sebenernya ini berawal dari medical chackup gue dikantor. waktu ngetest mata, mata gue kucem gitu, engga bisa ngeliat apa-apa. padahal waktu buat kacamata kemaren,  kata yang punya toko nya mata gue masih-agak-agak normal kok.

Tapi ya udah, karena udah keburu nyampe di tukang kacamatanya. Gue akhirnya beli. Waktu test kacamata, gue selalu minta pendapat sama nyokap.

Gue : Ma, Ini bagus engga ?

Nyokap : Bagus, tapi mama lebih seneng yang ini (sambil nunjukin frame kacamata yang lain)

Gue : tapi ini cocok engga ma ?

Nyokap : Cocok kok. Tapi lebih bagus yang ini sih boy, kayaknya tampang kamu engga galak,..

Gue : Tapi ini enak dipake mam, nyaman.

Nyokap : ya udah itu aja, lagian yang make kan kamu, nyaman engga nya khan kamu yang tau.

akhirnya, gue milih salah satu kacamata hasil rundingan gue ama nyokap bedua, emang gue selalu meminta pendapat apapun sama nyokap, masalah-masalah beginian, biasanya nyokap lebih resik aja dibandingkan dengan gue yang selonong boy gitu. Setelah disepakati akhirnya gue milih salah satu kacamata itu.

hasilnya ??

Tampang gue makin katro !!

heheh

Bukan Badai kerispatih ! tapi badai tropika !

 

Waktu, nyampe rumah. gue di komentarin ama temen-temen gue !

“Weh, Boy, mirip badai kerispatih lo !,”

“Wah boy.. kayak orang pinter lo”

“Woi boy, kalo keluar pake celanaa !!!”

Fine… kacamatanya enak banget dipake..

Mas badai, jangan ngambek ya.. . saya suka kerispatih loh mas sueerr !!

Bentaran lagi bakalan tahun baru,.. ngapain ya gue ?

tidur lebih enak kayaknya, hehehe

Kiri dan Kanan

Udah lama edaaan banget gue engga pernah ngeblog lagi. Tau sebabnya kenapa ? karena internet dikantor gue di blok ! bener-bener jeblok !! dasar kutil, yang ngebuat gue akhirnya engga bisa nge-blog gue. lagian jangan salahin gue juga, Pekerjaan yang lagi menggila memanggil gue untuk segera berobat ke rumah sakit jiwa !

Beberapa Update dari kehidupan gue, setelah lulus kuliah politik di UI, hidup gue masih tetep engga normal !. hehe oke engga deng, setidaknya di otak gue cuma ada nyari duit lagi nyari duit lagi, nyari duit lagi, begitu ditanyain, kemanain semua duit yang gue cari ? gue ngejawab dengan lolongan panjang dan bengongan dengan wajah yang udah bego, makin bego lagi.

Tapi setidaknya, beberapa bulan ini, tepatnya sebulan ini. Gue lagi ngerasin dag-dig dug der gimana gitu. setelah sembilan tahun sendiri, karena ya sedikit ke tololan gue berjanji. Tapi sudahlah tidak usah dibahas nak, masa lalu, tetep masa lalu. sekarang gue cuma mau move on, kedepan !

Gue kenal si dia, belum lama-lama amat.  dia kenal gue juga belum lama-lama amat. dia mungut gue di pinggiran got lagi ngorek-ngorek tong sampah, kali aja ada makanan yang bakalan gue makan. Oke engga deng, kita ketemu nya singkat, deketnya juga singkat. Engga ada tembak-tembakan, karena gue ama dia juga bukan koboy. kita ngejalanin situasi apa adanya. gue berusaha melupakan masalalu, dan dia juga.

Di beberapa bagian cerita hidup gue sama dia, hampir mirip. dan ini gue anggap sebuah kekonyolan, bertemu dengan dia, menambah “masalah” baru untuk gue, dia juga bilang ketemu sama gue menambah “masalah” baru buat dia. heheh.. i’m your trouble beib !!

Masalah itu, bakalan kita hadepin sama-sama.  engga ada bunga buat dia, dia juga engga ngasih coklat buat gue. jauh dari kesan romeo-juliet, boro-boro romeo-juliet, ini lebih pantes antara jamilah sama samiun aja. atau nyai iteng sama kabayannya. semua sederhana aja.

Masih banyak yang gue pelajarin tentang dia, tentang gue dan juga tentang hidup ini.

Tapi yang gue tau, setelah deket sama dia. ternyata “berbagi” itu enak. selama ini, gue lebih suka untuk menelan habis-habis apa yang gue punya, baik, buruk, ada masalah, atau engga ada masalah, menikmati malam sendirian, engga ada telpon-telponan, engga ada yang mikirin gue kemana kecuali orang tua, tapi sekarang ? sebentar-sebentar handphone gue bunyi, sebentar-sebentar gue baca pesen yang ada di hanphone gue, sebentar-sebentar… akhh pokoknya kayak ada rasa yang lain yang selama ini gue ngerasa engga pernah punya rasa ini, setidaknya “rasa yang hampir mati” ini.

Gue jadi lebih bisa memaknai, ternyata hidup itu berpasangan, ada mama ada papa, ada kiri, ada kanan, ada baik, ada buruk, ada isi, ada kosong,  ada hitam, ada putih, ternyata di dunia ini engga ada yang sendiri, semua pasti ada lawan, atau pasangannya. Cuma tergantung gimana kita menyikapi hal-hal tersebut.

Beberapa hari ini, juga ada yang kejat-kejut didalam sini, rasanya engga bisa di ungkapin… aneh, abstrak, gila, asing, menarik, penasaran, atau apapun namanya gue tetep engga bisa ngejelasin gimana rasanya. karena gue juga udah lama engga ngerasain rasa ini rasa apa juga gitu ?  

Gue yakin juga kok, kalo Tuhan itu engga bakalan ngebiarin umatnya sendirian, makanya tiap malam gue solat tahajud, ini emang bukan cuma sebuah jawaban, tapi setidaknya mencairkan suasana hati gue yang udah lama beku. karena jawaban sebenernya pernikahan (ceilee,.. gue ngomongnya)  

Gue jadi inget puisinya Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

 

Ahhh lutut gue lemes, Pak Sapardi. kalo mau bunuh gue, langsung aja… engga usah pake kata-kata…

Gue bakalan update blog ini lagi deh kayaknya, karena rasanya gue juga akhir-akhir ini bakalan ada yang gue ceritain.

“Pegang saja tangannya, tapi suatu saat kamu akan ada di pelukku. !”

Aku berani bertaruh denganmu, suatu saat kamu akan di pelukku dan akan melepaskan genggaman tangannya. Sebab kamu tahu, cintaku bukan cinta biasa ! aku egois, aku ingin memilikimu, itu sebab aku akan merebut dirimu dari tangannya, bahkan dari hatinya.

Sebab sudah tidak ada kesabaran lagi bagiku untuk menunggumu, aku ingin merebutmu darinya, dan itu segera !! kamu juga pernah bilang, “Kenapa harus aku ?” jawabannya Cuma satu, karena aku ingin memilikimu, itu saja !!

“Pegang saja tangannya, karena suatu saat kamu akan bersandar dipundakku !”

Lalu kamu tertawa, dan mengatakan ;

“terlalu banyak keraguan untukku, untuk menjadi milikmu, setelah aku memilih untuk bersamanya”

“tapi lebih banyak keraguan dihatimu, untuk menjalani hubungan ini dengannya..”

“kamu sangat yakin, bahwa aku ragu?”

“sangat-sangat yakin !”

“aku bahagia dengannya..”

“tapi tidak akan sebahagia kamu dengan aku !”

“cium saja bibirnya, tapi kamu tidak akan pernah merasakan kehangatan sedikitpun !, karena kehangatan itu ada dihatiku, untuk segera memilikimu..!”

“seberapa besar kamu mencintaiku ?”

“sebesar kamu ingin mengkhianati cintanya !”

“aku tidak mengkhianati cintanya !”

“tapi kamu menyimpan aku diam-diam, didalam hatimu.”

“darimana kamu tahu ? kamu bukan dewa yang tahu segalanya.”

“dari mata kamu yang bicara..”

“mataku tak pernah mengatakan apa-apa !”

“matamu terlihat kosong, mungkin sekosong hatimu, meskipun dia adalah milikmu..!”

“dia memang milik-ku..”

“tapi kamu bukan miliknya, kamu milikku !!”

“Lalu kenapa kamu tidak memiliki dari dulu,?”

“karena kamu terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu, kamu takut kesepian, kamu takut sendirian, tapi hasilnya sampai hari ini pun kamu tetap sendirian kan ? meskipun dia telah menjadi milikmu,!”

Kita sama-sama diam, duduk dipelataran rumah kayu, memperhatikan satu-persatu butiran-butiran hujan yang jatuh ke bumi, seperti jatuhnya kepalamu bersandar dipundakku, sore ini terlalu dingin, tapi hatimu masih lebih dingin. Aku tidak menemukan kebahagian disana ! kebahagiaanmu ada padaku.

“kenapa kamu terlalu yakin, aku mencintaimu.?” tanyamu.

“kalau aku tidak yakin, bagaimana aku bisa meyakini diriku sendiri, bahwa aku mencintaimu !”

“bukannya itu egois ?, menyakiti dirimu sendiri ?”

“untuk dibeberapa kasus, terkadang rasa egois diperlukan untuk membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai seseorang yang sangat kita puja, bukan ?”

Kamu memeluk erat pinggangku, sangat dekat. Tiba-tiba kecupan bibirmu menghangatkan aku.

“kamu tahu, itu sudah membuktikan bahwa kamu memang milikku !”

Lalu kamu tersenyum malu.

Aku tidak tahu, apakah ini sebuah pengkhianatan hati, atau sebuah kejujuran hati yang belum pernah dikatakan sedikitpun antara aku dan kamu.

7-December-2009

Boy Hidayat

Jakarta