Menunggu antara aku dan kamu

Posted: 24 November 2009 in Uncategorized

Aku sudah berusaha menanti kamu, untuk segera kembali. Tanpa bergerak sedikitpun atau bahkan bergeser sedikitpun. Selama sembilan tahun ini, kamu masih “tidak tergoyahkan”. Masih berada kuat diposisi semula saat pertama kamu meletakkan hatimu disana. 

 

Aku juga sudah berusaha sekuat tenaga, hati dan juga pikiranku untuk tidak menunggumu selama ini. Seperti yang kamu pernah sampaikan ; “Jangan pernah menungguku lagi…”

Aku tidak menunggumu, aku Cuma berusaha meluruskan satu-persatu benang yang sudah hampir kusut ini. Aku juga bukannya tidak berusaha untuk mencari penggantimu. Aku benar-benar berusaha mencari penggantimu. Tapi kamu lupa, aku sudah pernah berjanji untuk tidak “bergerak” sedikitpun lalu cepat mencari penggantimu. Tenggat waktu janji yang begitu membelenggu.

 

Kita pernah menciptakan sebuah perahu kertas, atau kita juga pernah memetik beberapa tangkai anggrek untuk sama-sama kita simpan.  Tapi kita sama-sama tahu, perahu kertas itu sudah karam, beberapa tangkai anggrek itu sudah sangat kering.

 

Kita juga pernah membuka sebuah jalan di “hutan belantara” yang masing-masing diantara kita berusaha untuk tidak tersesat, tapi kita tahu kita sama-sama tidak punya sebuah kompas, sebagai “penunjuk arah” jalan kita masing-masing. Akhirnya kita berdua sama-sama tersesat.

 

Kamu, pernah bersemayam lama dalam hati. Antara “hidup” atau “mati”, antara “tumbuh” atau “layu” antara “kembali” dan “tak pernah kembali” antara “pasti” dan “tidak pasti”. Sampai akhirnya aku tahu jawabannya hari ini.  

Kamu bersemayam lama dalam hati tapi “mati”, kamu menyirami atau disirami tapi tetap “layu”, kamu pernah datang lagi untuk sekali, tapi sekarang “tak pernah kembali”. Kamu pernah menjadi sesuatu yang hampir “pasti” tapi akhirnya menjadi sebuah ke “tidak pasti”-an.

 

Kamu adalah masa lalu “terbaik” yang pernah ku miliki, mungkin salah satu yang terbaik. Aku tidak pernah tahu. Aku Cuma tahu, kamu yang pernah mengajarkan bagaimana “kedatangan” seseorang yang kita tunggu adalah sebuah kebahagiaan. Kamu juga yang pernah mengajarkan, bagimana berbagi tanpa saling mencemburui hati, adalah sebuah kebersamaan yang abadi.  Tapi kamu juga yang pernah mengajarkan, kasih itu tidak pernah abadi, kamu yang pernah “terpeleset” jatuh dan berusaha menarikku kedalam jurang yang sangat dalam, sampai akhirnya kita menenggelamkan semuanya, perahu kertas, setumpuk bunga anggrek, jalan yang belantara, sampai akhirnya kita berdua sudah tidak memiliki apa-apa.

 

Kita sudah karam, tapi masih terkenang….

 

Hari ini, hari pernikahanmu. Bukan denganku.

Hari ini aku juga sangat tahu kamu sangat bahagia, seperti tadi malam kita bicara dalam telephone.

“aku sedang fitting baju, kamu sedang apa ?”

 

Pertanyaan terakhir untukku. Karena dihari depan nanti, kamu tidak pernah aku ijinkan menghubungiku jika tak pernah ada ijin dari laki-laki yang sudah memilikimu.

 

Aku berusaha mengejarmu, tapi mungkin kamu berlari terlalu cepat, aku berusaha menciptakan lagu untukmu, tapi mungkin kamu tak pernah suka dengan sebuah lagu, aku begitu banyak menulis tentangmu, tapi kamu tak pernah membaca. Sampai akhirnya aku tahu. Aku bukan milikmu.

 

Kita pernah bertemu untuk waktu yang  lama, tapi kamu juga harus tahu, kita akan berpisah untuk waktu yang sangat-sangat lama. Milikilah seluruh kehidupanmu sekarang, karena kamu sudah menjadi perempuan yang utuh. Perempuan utuh dengan dilengkapi hati yang utuh oleh laki-laki.   

 

Lalu berdoalah, untukku.

Untuk menjadi laki-laki yang utuh menyempurnakan kehidupanku dengan dilengkapi hati yang utuh oleh perempuan lain, bukan dirimu lagi.

 

Semoga kamu mampu menyatukan yang berserakan diantara kehidupanmu menjadi sebuah yang utuh.

Aku tahu hari ini kamu begitu bahagia, dan kamu harus tahu aku juga sangat bahagia.

 

21-nov-2009

Boy Hidayat

Kado untuk hari bahagiamu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s