Aku lelah pada setiamu…

Posted: 12 Agustus 2009 in Uncategorized

Aku lelah pada setiamu…

Kamu tahu…
Aku lelah pada setia mu, yang selalu kamu ucapkan untuk selalu setia dan terus setia. Aku juga bosan dengan cintamu, yang hidup dan terus hidup dihatiku, kamu tak pernah berani mengambil resiko.

Katamu janji tak boleh ingkar, kamu salah sayang. Janji tak harus sering diucapkan, itu yang tepat bukan ? semakin kamu sering mengucapkan, ragu semakin menjadi-jadi di benakku. Kamu selalu menanyakan adakah kamu dalam hatiku ? seharusnya tak layak kamu tanyakan hal itu. Semakin kamu menanyakan hal itu, aku menjadi semakin mengerti, bahwa mendua begitu indah. Aku tahu ini tak pernah adil untukmu, tapi salahkan jika kebosanan mulai datang dihatiku ?

Aku lelah pada janjimu…
Janji yang sering kali kamu ucapkan, untuk tidak pernah mendua, maafkan aku, seandainya kamu tahu betapa hebatnya mendua, maka aku yakin kamu akan semakin ragu pada kesetian yang terus kamu ucapkan dan kamu jaga tersebut.

Maafkan aku, tapi ini benar adanya. Aku sangat-sangat lelah pada setiamu… hidup berdua denganmu, tapi janji harus ingkar, janji harus tak ditepati, resiko terbesar adalah, salah satu diantara kita akan mengkhianati, dan satu lainnya merasa disakiti. Aku mengerti, tapi.. ini terjadi karena aku bosan pada janji-janjimu, pada kata setiamu, untuk kali ini meskipun tak pernah kamu ijinkan, tapi berilah sekali waktu, agar aku tak hanya denganmu, agar aku tak mendengar janjimu, ada dia yang hadir. Ditengah kemelut hati yang bosan menghadapimu.

Inikah indah mendua ?

Aku juga tak pernah tahu, tapi untuk kali ini cobalah pergi jauh dan bawa jauh cintamu, jangan pernah bertanya lagi, karena kamu harus yakin bahwa disini, dihatiku masih ada kamu.

Malam ini, kita duduk berdua disofa biasa, menikmati malam dengan penuh bintang. Lagi-lagi kamu mengatakan janjimu, aku diam dan masih tetap diam, bukan karena aku takjub dengan janjimu, aku sangat bosan dengan muntahan janji yang seringkali kamu ucapkan begitu saja.

“aku janji tak akan pernah meninggalkanmu, apakah kamu bisa menyanggupinya ?”

Aku diam cukup lama, lalu…

“Aku juga janji tak akan pernah meninggalkanmu.” Ucapku.

Kamu bersandar dipundakku, dan memeluk erat, mengecup keningku. Lalu kembali bersandar dipundakku…

“Aku bahagia..”
“Aku juga bahagia..”

Hati kecilku berjanji ;
“Aku berjanji, dan sangat berjanji tak akan pernah meninggalkanmu, sedetikpun manis. Tapi maaf aku tidak pernah bisa berjanji untuk tidak mengkhianatimu, hanya itu yang bisa aku berikan padamu, selebihnya aku tak pernah mampu.”

Boy Hidayat
10-Agustus-09
Perasaan cinta adalah milik manusia, manis..tapi kamu jangan lupa, kebosanan juga sebuah perasaan yang manusiawi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s