Surat elektronik untuk Vara

Posted: 27 Juli 2009 in Uncategorized

ntuk balasan surat dari Vara, yang tidak bisa di terbitkan disini…
****

Vara, sahabatku sayang. Hal pertama yang aku pengen ucapin waktu baca mail dari kamu, aku pengen ketawa, dan ternyata vara yang aku kenal, bawel juga.hehehe tapi aku seneng kalo kamu bawel de, waktu baca imel dari kamu itu. Sedikitpun aku gak pernah kesinggung. Sedikitpun aku gak pernah tuh marah atau apa namanya. Karena aku tahu, aku punya sahabat, sekaligus adek yang baik banget buat aku, yaitu kamu.

Ada hal yang membuat aku memutuskan janji itu, janji yang kamu bilang akhirnya membuat aku menjadi makhluk dodol yang kamu kenal, heheh
Jadi sebenernya ada tulisan aku yang terbaru, (aku lampirkan) sambungan tentang cerita masa –SMA ku dan akhirnya membuat janji yang dodol itu. Heheh

Sesuai dengan judulnya, pada tanggal 25 july kemarin adalah hari jadi kita berdua, dia menelpon, lalu kita bicara banyak. Dan semuanya kita bicarakan, kenapa saat itu dia begitu, dan kenapa saat itu aku juga begitu. Dia juga bilang, kalo aku harus mengakhiri janji yang pernah di ucapkan itu. Dia sama seperti kamu, sama gemesnya dengan aku dia bilang kalo aku bukan berjanji tapi seakan-akan malah seperti menghukum diri sendiri, fine. Kalian berdua setuju atas istilah “menghukum diri sendiri”. Heheh

Sebenernya prespektif menghukum diri sendiri dalam hidup aku itu gak ada de, aku juga sadar atas janji bodoh yang aku buat, tapi bukan berarti aku gak bisa mengkhianatinya, gini loh. Setelah 9 tahun berpisah dengan dia, aku merasa sebenernya semua baik-baik aja, aku juga menganggap bahwa si dia itu hanya masa lalu, cerita cinta SMA, yang memang sedikit lebih berbeda dari cerita-cerita yang lainnya. Tapi bukan berarti aku terkurung dalam sangkar kesepian yang aku buat sendiri de,
Ini juga bukan sebagai pembelaan diri atas kebodohan yang kamu bilang sama aku.

Tapi selama 9 tahun ini memang belum ada perempuan yang sreek untuk “diam” dalam hati ku de. Gini loh. Aku banyak suka sama orang, termasuk dengan si “kupu-kupu mungil”. Aku suka sama dia, tapi bukan berarti dia sreek dalam hatiku khan ? ada tahapan, dimana satu persatu harus dilewati sehingga kata “sreek” itu benar-benar bulat menjadi kata yang berubah menjadi “klop”

Aku bukannya mengenang masa lalu terus, sampai akhirnya aku terpuruk sendirian de, di facebook juga banyak yang bilang, kalo aku terjerembab pada masa lalu. Gini loh, de mungkin saat aku menulis, aku memang menempatkan diri bahwa aku seakan-akan masih berada dimasa lalu, dan berharap itu bisa kembali lagi. semua aku lakuin karena aku ingin “kisahnya” kena banget dan aku ingin tulisan aku jujur, supaya yang baca, bisa tahu dan seolah-olah ada pada saat cerita itu sedang berjalan. Saat menulis itu aku juga berusaha memutar semua yang pernah aku ingat, aku keluarin semuanya, jadi seakan-akan aku masih hanyut oleh masa lalu.

Masalah pengganti dia, aku juga berfikiran. Sebenernya banyak yang bisa menggantikan dia dalam hatiku de, setiap manusia memiliki kelebihannya masing-masing. Dan aku sangat yakin masih banyak kelebihan yang lain yang dimiliki oleh perempuan lain selain diri dia.

Hanya sekarang, aku membutuhkan waktu. bukan untuk terperangkap pada masa lalu, dan mencoba keluar dari masa lalu, aku sudah keluar dari masa lalu itu, memang dia masih ada dalam hatiku, tapi bukan sebagai orang yang istimewa lagi de, hanya sebagai seorang sahabat. Aku hanya sedikit berhati-hati untuk mengenal, “mencintai” perempuan. Bukan karena masih menimbang aku merasa tersakiti akibat masa lalu itu. Aku juga gak merasa tersakiti pada masa lalu. Itu Cuma cerita, itu Cuma sejarah, itu Cuma bagian slide dari hidupku. Itu aja.

Ada yang harus kamu tahu tentang aku, masalah “suka-sukaan” sama perempuan, aku bukan cowok yang sebenernya gampang buat suka sama seseorang, cewek. Banyak pertimbangan. Begitu aku suka sama satu cewek yang udah Cuma satu itu aja yang aku suka, begitu juga kalo aku udah aku jadi sama seseorang. ya udah aku juga Cuma nyimpen dia doang, Cuma permasalahannya, aku adalah cowok yang susah suka begitu aja ama cewek, dan membuat, aku susah juga mencari penggantinya.

Seperti yang kamu bilang kalau aku jangan terjebak pada masa lalu.
Perasaan ku dengan dia sekarang itu biasa-biasa aja de, tidak istimewa lagi. tidak berwarna lagi, tapi memang dia yang pernah memberikan warna dalam hatiku, bukan juga Cuma dia yang memberikan warna dalam hidupku, ada kamu, ada vidya, ada boim, timor, jhon, mochi, nana, mericka yang ikut memberikan warna dalam hidupku. Dan semuanya memberikan warna yang berbeda-beda. Tapi mungkin Cuma dia yang memberikan warna hitam dalam hatiku, lalu kenapa dia seolah-olah istimewa dan tak tergantikan olehku. “karena warna hitam adalah warna yang pekat” yang mudah di lihat dan tidak mudah diterjemahkan. Itu aja de.

Ada yang harus kamu tahu de, aku sudah berdamai dengan masa laluku itu. Tidak ada janji yang harus ditepati lagi, tidak ada penyesalan yang harus disesali lagi, karena aku juga tidak pernah menyesal mempunyai kisah itu de.

Aku memang laki-laki dodol yang terperangkap menyebutkan sumpah dan janji de, aku sadar. tapi mulai tanggal 25 july kemarin yang bertepatan dengan hari jadi kita dulu itu., aku dan dia sudah memutuskan “mengakhiri janji” yang pernah dibuat selama ini.
Sekarang semua tinggal cerita. Semua tinggal dituliskan saja, sesuai dengan “pemikiran dan pengalaman yang aku rasakan” hmm kadang-kadang sebuah cerita harus di hiperbolis-kan de, agar pembaca merasa ada saat kejadian itu. (mungkin aku salah, tapi itu yang ingin aku lakuin)

Cerita yang kamu baca, memang kisah nyata yang pernah aku alamin, tapi gak sepenuhnya seperti yang kamu baca, seperti sekarang. Aku sudah menggantikan dia dalam hatiku, aku sudah menemukan seseorang, yang baik. Entah sebaik dia sebagai masa laluku atau engga, yang jelas aku gak mau membanding-bandingkan antara satu perempuan dengan perempuan yang lain. Buatku semua punya kebaikan sendiri-sendiri.

Cinta itu sama seperti mobil, persis seperti yang kamu bilang. Tapi mungkin ada tambahan.
“setiap mobil yang mempunyai seri terbaru pasti memiliki keindahan yang lebih daripada seri yang lama khan?” hahaha
Tenang aja de, “masih banyak mobil-mobil dengan seri yang lebih baru dan lebih baik”

“Aku Cuma sedang mengumpulkan puzzle yang pernah berantakan yang dulu telah tersusun menjadi istana, lalu tiba-tiba ambruk. Setelah 9 tahun menyusun puzzle yang berantakan itu, maka istana puzzle yang sedang kubangun, tinggal meletakkan emas di ujung kubah istana yang aku buat de, dan hampir selesai…”

Aku senang bisa bicara “lebih dalam” dengan kamu de, meski sampai hari ini, kamu satu-satunya sahabat/adek ku yang “belum aku mengerti” seperti yang aku tuliskan tentang kamu, kamu hanyalah diam yang tak pernah sepi. Hehe

Tapi aku senang, kamu baca tulisanku, komentarin tulisanku, bahkan “ngomelin” aku, karena ke “dodolan” ku. Heheh
Aku merasa, itu naluri alamiah, seorang sahabat. aku juga sedih, kalo sahabatku juga sedang sedih, tapi aku gak perlu ikut bergembira saat sahabatku sedang gembira khan de ?
Karena sahabat ada saat kita sedang sedih, dan ikhlas kalau kadang-kadang tidak di ajak untuk “kegembiraan” yang dimiliki bersama.
Aku merasa kamu seperti itu, kamu adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

Dan sebagai seorang sahabat de, aku juga ingin kamu bukan hanya mendengar, membaca. Aku pengen banget sesekali mendengarkan kamu. Heheheh
Aku gak mungkin menganggap angin lalu surat imel dari kamu ini, karena buatku, ini fantastis, “seorang vara” yang aku kenal, akhirnya memberikan saran buat aku.
Semua ucapanmu dalam imel ini, adalah referensi dalam hidupku de, dimasa depan.

Aku juga sedang memahami kamu de sebagai seorang sahabat, yang tidak pernah ketebak, seperti yang kamu katakan, hehehe
Tapi aku yakin, kamu adalah sahabat/adikku yang baik, bahkan sangaaaaat baik. Yang pernah aku kenal.

Aku senang curhat sama kamu, karena kamu memberikan solusi.
Aku juga berharap kamu gak bosen membaca-tulisan-tulisan aku.
Gak bosen tetap memberikan komentar buat aku, seperti sekarang.

Beberapa tulisan aku kirimkan lagi, mudah-mudahan kamu gak pernah bosen ngebacanya de, untuk mengisi hari-hari kamu.

“kamu selalu gak akan pernah buatku marah de, meskipun kamu kritik. Karena aku senang bisa bercerita dengan kamu”

BOY
Surat Boy, Untuk Vara
27-July-2009
Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s