SETIA…(Sebuah Monolog kesunyian perasaan)

Posted: 18 Mei 2009 in Uncategorized

Ini adalah aturan hidup, yang sering kali kita lupakan, atau juga kita lewatkan. Ini adalah konsekwensi sebuah ucapan, yang terkadang kita tidak pernah sadar bahwa kita pernah mengucapkan, atau mungkin ini adalah hanya sebuah pemanis kata, untuk sekedar meluluhkan hatinya sementara.

 

Ungkapan itu bernama setia…

 

Cobalah kamu maknai dulu dari kata yang sederhana tersebut, lalu baru diucapkan. Kemudian pikirkanlah dalam-dalam rasuki diri, masihkah kita bisa mengatakan lalu mulai mengakui bahwa diri ini, mempunyai hati yang setia ? lalu ketika kata tersebut sudah diucapkan, tahukah kita akan seluruh resiko kata tersebut ?

 

Setia itu…

Perasaan yang mungkin akan datang ketika kita sudah mulai merasakan sakitnya dikhianati, atau perasaan yang datang saat dimana kita dilanda perasaan yang membunuh logika pikiran kita sehingga kata tersebut mudah diucapkan.

 

Kamu tahu, perasaan yang bernama setia tersebut sebenernya menyakitkan, selalu mempunyai konsekwensi dengan “menunggu”. Lalu jika kita mengetahui bahwa menunggu itu membosankan, layakkah kita mengatakan bahwa kita mempunyai perasaan bernama setia tersebut ?

 

Kamu tahu, setia menunggu mu adalah cara bagaimana aku sudah mulai memikirkan bahwa ternyata kamu lah yang terdalam, kamu tahu bahwa setia, adalah memegang janji untuk 10 tahun sendiri tanpamu atau tanpa siapa-siapa, adalah sebuah kesalahan pengucapan masa lalu, yang hingga hari ini sangat menyakitkan. Mempertahankan perasaan, lalu kita mengetahui, bahwa perasaan tersebut sudah tidak pernah bisa kamu miliki !

 

Mungkin penyesalan itu baru datang, ketika malam menghampiri, saat bayang-bayang masa lalu menghantui, saat hujan datang untuk menjemput mimpi-mimpi yang sebenarnya tidak akan pernah bisa dijemput. Antara aku dan kamu.

 

Masihkah setia ?

 

Berlari mengejar atau dikejar waktu, saat aku juga tidak pernah mengetahui kamu dimana…

Kamu tahu ?

Sebenarnya aku masih disini untuk setia…

Bersama lagu yang sama, bersama hujan yang sama…

Seperti 10 tahun yang lalu…

 

18-may-2009

Boy Hidayat

Jakarta

Iklan
Komentar
  1. zurra berkata:

    sakit hati yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s