Yang terdalam. (sebuah paraphrase keadaan)

Posted: 11 Mei 2009 in Uncategorized

Pernah kamu membaca hati yang terdalam ?.

 

Mungkin tidak, karna yang kamu tahu semua biasa saja. Biasa bagaimana aku melihat dirimu, semua dengan ketidak wajaran yang ku miliki, semua dengan ketidakwajaran bicara. Melihat atau mendengar, dengan ketidakwajaran.

 

Pernah kamu menanyakan hati yang terdalam ?

 

Jawabannya memang tidak pernah, karna jika kamu tanyakan pun aku sangat enggan mengatakan, bagaimana kamu bisa ada disana, bermain dengan ceria, lalu mulai menggelitik perasaan.

 

Jika semua yang kulakukan, hanya ingin kamu mencoba membaca, hanya ingin kamu mencoba menyimak ritme detakan jantung ini, saat kamu ada disisi, saat kamu melihat, atau bahkan saat aku tak sengaja menyentuh mu. Ini bukan cinta biasa.

 

Jika malam datang, aku tak pernah tahu, entah berapa ribu doa kulepas kepada Nya, demi mengharapkanmu, hanya mengharapkanmu… Ingat hanya mengharapkan, bukan mendapatkan. Jika disepertiga malam datang, entah berapa ribu mohon ku minta kepadaNya, jika aku mendapatkanmu, maka kamu yang terakhir.

 

Mendapatkanmu ? itu bukan hal yang biasa. Mungkin saja aku akan menghancurkan puzzle harapan yang selama ini aku bangun, menjadikan pyramid yang tinggi, lalu diatasnya hanya ada kamu, untuk ku gapai selama ini, kamu bukan cinta biasa.

 

Ingat bagaimana kamu menerobos ruang hatiku yang terdalam ?

 

Mungkin tidak akan pernah ingat, kamu menerobosnya bukan dengan yang biasa, kamu menerobosnya keras sekali, sesakan hati, tinggalkan pilu. Pilu karna ku tahu, tak akan pernah mungkin kamu ku miliki, bahkan dengan alasan apapun.

 

Sekarang alasan apalagi, yang membuatmu tidak ingat semuanya ?

Ketika aku mencoba mengharapkanmu, seseorang yang sederhana namun bukan dengan cinta yang sederhana.

 

Aku hanya ingin , kamu menemani ku, bukan untuk seribu tahun, karna kutahu itu tak akan pernah terjadi. Aku hanya ingin kamu menemani ku, sebentar saja. Lalu tulislah sekali saja, bahwa  ;

“aku ingin menggenggam tanganmu, karna ku tahu, mungkin ini yang terdalam untukmu”

 

Lalu pergilah, biarkan genggamanmu tinggal disana, ditempat yang terdalam.

 

 

11-may-2009

Untukmu, perempuan biasa yang terdalam.

Boy hidayat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s