Arsip untuk April, 2009

Harus kamu ku miliki

Posted: 14 April 2009 in Uncategorized

sebuah cerita yang gue alamin trus gue diadopsi menjadi cerpen, emang bener ya kadang menulis cerpen itu yang gampang emang dari kehidupan kita yang nyata…
thanks for All my inspiration and thanks to the All blogger

****
Terkadang ada hal yang sebenarnya kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam setiap babak kehidupan yang kita jalani, seperti; mungkin saja seseorang telah lama hadir, dalam kehidupan kita, lalu tiba-tiba kita bisa mencintainya, atau mungkin saja, ada seseorang yang sebenernya mencintai diri kita, namun. Karena tidak mungkin mengucapkan perasaan tersebut masih saja tersimpan, utuh atau mungkin tinggal setengah saja yang jelas perasaan itu masih ada. Kata orang cinta tak terbalas terkadang lebih abadi. Aku tidak pernah tahu, sebelum malam itu hadir.
Entah bagaimana bisa aku bertemu dengannya, seseorang yang sudah lama menghilang. Hilang karena waktu, waktu yang tidak bisa di ulang kembali, andai saja bisa… mungkin sejak dulu aku mengetahuinya.

Malam itu, sebuah mobil fortuner hitam berhenti tepat dihadapanku, seseorang memanggilku dari dalam ;
Dia : hey, mau kemana ?
Aku : Kamu…
Dia : Iya, aku.. kamu gak lupa kan ?
Aku : Iya engga lah, mana mungkin aku lupa.
Dia : kamu dari mana ? malam begini baru pulang ?
Aku : Loh harusnya aku yang nanya kenapa malam-malam kayak gini kamu masih ada dijalan.
Dia : Kamu selalu gitu deh, ditanya malah balik nanya
Aku : Habis, mau gimana lagi.
Dia : ayo naik, aku anterin sampai rumah.
Aku : Gak usah, aku gak biasa.
Dia : meskipun sama aku, kamu gak biasa. Ayolah…

Untuk beberapa saat, selama perjalanan aku dan dia masih diam. Sebuah lagu yang terus berputar menyanyikan “senandung rindu-tohpati”. Dia mulai memecah kesunyian ;

Dia : Kamu masih ingat lagu ini ?
Aku : Masih…
Dia : Aku suka lagu ini, seperti berbicara bahwa segala sesuatu yang kita inginkan harus kita miliki, bahwa sesuatu yang akan membuat dan kita yakini bahwa itu bisa membuat perasaan kita bahagia harus kita miliki,.. seperti…
Aku : Seperti apa ?
Dia : Seperti kita, hmm maksudku, seperti kamu.. ada disampingku
Aku : hmmm…
Dia : maaf, aku gak bermaksud membuka “kotak” masa lalu kita. Aku hanya mengingat nya karna lagu ini
Aku : gak apa-apa, gak selamanya cerita kita tetap ada dikotak itu kan ?
Dia : harusnya, waktu itu aku gak perlu ya menunggu kamu untuk berterus terang, karna saat itu juga aku tahu bahwa kamu sulit untuk mengatakannya.
Aku : Mungkin.. aku gak pernah tahu, yang aku tahu saat itu, kita satu team, ngobatin mahasiswa baru, kalo mereka sakit, ada aku. Ada kamu. Aku gak pernah tau, kenapa setiap melihat kamu, aku tidak pernah bisa mengatakan, yang seharusnya aku katakan…
Dia : sampai sekarang ?
Aku : waktu menentukan segalanya kan ?
Dia : ucapan enam tahun lalu ya ? kamu mengatakannya enam tahun lalu saat kita mencuri waktu untuk berdua.

Entah sudah berapa menit lagu tersebut berputar menemani kita, mencoba melihat masa lalu yang terlewatkan…lalu kita mulai menyadari begitu banyak yang sudah terlewatkan.

Dia : Kenapa gak pernah mengatakannya ?
Aku : Aku pikir saat itu kamu tahu maksud hatiku..
Dia : bagaimana aku bisa tahu, sikap kamu, sifat kamu, senyum kamu, semuanya nyaris sama. Apa yang kamu lakukan kepadaku, dan kepada orang lain, semuanya sama, aku tidak pernah merasakan bahwa aku special dihatimu. Aku tidak pernah tahu, bahwa kamu menyimpan “sesuatu” dihatimu, yang mungkin membuatku bahagia saat itu, aku yakin.
Aku : Maaf.. aku tidak pernah tahu bagaimana perasaan saat itu bisa terjadi, aku tidak pernah tahu, bagaimana caranya mengatakannya, bahkan aku juga tidak pernah tahu, bagaimana aku bisa memikirkanmu.
Dia : Udahlah, terlalu banyak yang tidak kamu ketahui tentang aku.
Aku : terlalu banyak memang, sampai akhirnya membuat aku seperti tidak mengenalmu. Terlalu banyak memang, sampai akhirnya kita mencuri-curi waktu saat itu, untuk duduk berdua. Tapi bodohnya tak pernah membicarakan apa yang sama-sama kita rasakan.
Dia : tapi ada satu hal yang harusnya kamu tahu, dulu, sekarang, atau mungkin besok, aku ingin mengatakannya sekali saja kepadamu, gak pernah perduli, bagaimana masa lalu yang kita lewatkan, bagaimana hari ini kita bisa bertemu kembali, atau mungkin bagaimana besok.
Aku : Apa ?
Dia : Harusnya kamu ku miliki dari dulu…
Untuk cerita di Fakultas sastra UI Depok
Boyhidayat
14-apr-09

Iklan

New My Ancur Life !!

Posted: 11 April 2009 in Uncategorized

Gue kangen banget nge blog. hmm itu yang gue rasain akhir-akhir ini, eniwei. Kabar terbaru gue sekarang adalah ; gue udah terima ijazah. hahahahha … jadi sekarang nama gue ; Boy hidayat pacarnya lunamaya.S.Sos. hahaha. bangga banget ya gue jadi sarjana. sekarang pertanyaannya, kapan gue ngelamar anak orang ? heheh, eniwei. gue jadi kepikiran setelah mendapatkan gelar ini, gue pengen ngajuin permintaan ke orangtua gue; gue minta pulang kampung, kali aja ada perawan yang mau sama gue, dan dengan harga gue yang tinggi. heheheh

Sekedar pemberitahuan aja, gue keturunan orang padang, yups, tapi yang  yang jelas gue bukan tukang sate, gue boro-boro bisa nyate, ngipasin sate aja gue engga bisa, gimana mau buat sate. asal lo ketahui aja, gue  juga dapet informasi ini dari temen gue yang ngomong kalo cowok orang padang itu di beli. UDAH GILAAA KALI DIPIKIR GUE MAINAN ANAK-ANAK PAKE DIBELI SEGALA !! pokoknya istilah mereka kalo cowok disana itu dilamar, gue engga pernah tau itu, yang jelas selama gue sekolah disana gue engga membicarakan hal begituan, lagi engga ada guru yang ngajarin lamar-ngelamar gitu deh,  dengan informasi lamar-melamar itu, gue jadi inisiatif buat pulang kampung dengan membawa ijazah UI gue, kali aja gue bisa dituker ama kebo yang mahal… GILA KALI SARJANA UI DITUKER AMA KEBO !

 

t1294002502_30043667_23001

Sarjana UI yang lolos Audisi Orang gila ! dan bukan Finalis Be A Man !!!

Abis punya Ijazah S1 apa yang bakalan gue lakuin ? yang jelas gue bakalan terus belajar nulis dan nulis. selebihnya gue mau cari pekerjaan yang lebih baik, kalo kata orang kalo kita engga berani menentang badai, kita engga bakalan maju-maju, well we see, gue mau nyoba itu, mencoba melawan arus.

Eniwei. gue lagi diwarnet, yang muterin lagu yang buat gue engga banget ! lo tau engga, ? ini warnet tiba-tiba muterin lagu yang gue engga kenal siapa yang nyanyi, yang jelas lirik nya aneeeh banget ; nih liriknya ;

“Ibu-ibu bapak-bapak, punya anak bilang-bilang sama  aku, kasian diriku yang engga laku-laku”

Udah mau kiamat kali nih ya, laki-laki engga laku malah dinyanyiin !! STRESS ! lagu itu diputer berulang kali, busyeet ! udah kaya mantra aja.

***

Gue, mau nyoba belajar-belajar nulis lagi. banyak-banyak diskusi, banyak-banyak baca, kalo kata temen gue, Kalo mau jadi penulis, ya elo harus banyak baca, kalo engga banyak baca, lo pasti engga bisa menulis, meskipun gue engga tau itu ngaruh apa engga. yang jelas sekarang gue lagi banyak-banyak baca, dari mulai baca papan iklan dijalan sampe baca-baca novel yang sebenernya isinya gue engga pernah ngerti. yang ada gue malah sakit kepala !!

beberapa hari ini gue engga bisa tidur, bener-bener engga bisa tidur ; gue semakin benci dengan jatuh cinta. benci dengan memikirkan dia di tengah malam !

lagian kenapa sih mesti ngerasain hal yang kayak begini, kenapa kita dianugrahin rasa yang indah kayak gini sampai-sampai membuat kita engga bisa tidur. hmm gue seperti mengalami metamorfosis kehidupan yang bener-bener baru, dan gue dipaksa untuk mengikuti arus, mungkin sesekali gue bakalan tenggelem !

gue benci jatuh cinta !

Kepada kamu

Posted: 5 April 2009 in Uncategorized

Kepada kamu,

kepada kamu, yang malam ini membuat aku mulai tidak bisa tidur, mencoba memejamkan mata lalu terbuka kembali, kepada kamu. Yang membuat malam-malam ku mulai gelisah, bertanya, bicara, lalu memikirkan kamu.
bisakah kamu mulai menunggu ? atau aku yang harus menghampiri.
kepada kamu yang mulai masuk menerobos jantung, lalu mulai membalikkan perasaan-perasaan tak menentu, saat kamu ada disini, bicara, berdiri atau hanya memandang. aku gelisah.

kepada kamu yang namanya mulai masuk ke dalam pikiranku, menghamburkan angan-angan lalu hilang tak bertepi.
kepada kamu,harus aku memikirkanmu ?
kamu dapat menghitamkan pelangi, kamu dapat membuatku lari.
kepada kamu, kata-kata sudah tak lagi bermakna, agar mudah untuk di ungkapkan, tapi haruskah ?
Kepada kamu yang namamu mulai mengukir di karatnya hati, tidak mudah rapuh, tidak mudah hilang bahkan tak mudah terganti.

lalu, aku sudah mulai bertanya atas semua alasan yang bermakna yang kita punya, aku sudah mulai mencoba memikirkan, atas semua alasan, mengapa aku harus menitipkan hati ini kepadamu ?

Kepada kamu, orang yang mampu dibebani, titipan hati.

bisakah kita bersabar ? menghadapi badai , atau mungkin hanya hujan yang datang rintik saja.

dengan alasan apalagi aku harus meninggalkanmu ?
atau berikan alasan, mengapa aku menitipkan hati ini kepadamu ?

Kepada kamu,..
mencoba menitipkan sesuatu