disaat hujan datang, akankah dia datang ?

Posted: 14 Januari 2009 in Uncategorized

Udah mulai musim hujan nih, udah lama juga gue engga buka-buka blog, menulis, cerita sambil curhat masa bodo ada yang dengerin atau gak, masa bodo ada yang ngasih komentar apa gak. Semua berjalan begitu aja dan gue menikmatinya.

Udah mulai musim hujan, gue selalu suka dengan hujan tapi jangan pernah tanya kenapa ? sebab aku tak pernah tahu akan memberikan jawaban apa. Aku selalu suka hujan, melihat rintik-rintik air jatuh berlahan melewati kaca jendela lalu jatuh ke tanah.

Aku selalu suka dengan hujan, hujan membawa lamunanku kepada dirimu, mengingat berjalan bersama menyusuri jalan sepintas tanpa payung, lalu kita mulai berlari kecil sambil berpegangan, dan entah kenapa itu hangat sekali.

Aku selalu suka hujan, melihatnya dibalik jendela atau mungkin berteduh dipinggir jalan, lalu  saling menatap tanpa bicara, mulai saling tersenyum meski tak pernah tahu apa arti senyuman itu. Aku selalu suka hujan terutama jika berada dekat denganmu, meski akhirnya ada pesan yang tak pernah tersampaikan. Bahwa aku pernah mencintaimu ?

Tapi aku pernah kecewa dengan hujan, ketika hujan menghapus seluruh kenanganku bersama dia, menghilangkan rasa yang mencoba untuk tak pernah jenuh, menghilangkan bara yang ada dalam hati lalu mulai redup dan padam karena  hujan, seperti saat aku mengantarkanmya  untuk terakhir kali ditengah hujan.

Dan saat ini, ketika hujan pertama kali saat aku bersamamu berdua, akankah mampu dipertahankan ? jika hujan tak menjadi badai, karena aku takut dengan badai, aku takut dengan topan, aku takut pada air yang berlebihan, seperti sayang ini kepadamu terlalu berlebihan, dan aku takut diterjang badai. Lalu besar menjadi gelombang.

1_839706647m1

Aku suka berlari ditengah hujan, bersamamu tentu. Lalu kita mulai membelah badai, menjadikannya gemericik-gemericik kecil lalu  berlahan mengubahnya menjadi alunan nada tanpa musik, genggam saja tanganku lalu kita nikmati kehangatan kecil ini.

Jika badai datang,kita hanya perlu keberanian untuk menerobosnya, Agar biduk yang dibangun tak lekas keropos, atau mungkin luluh lantak

Tapi aku selalu suka dengan hujan…

menyirami yang kering, menghapus dahaga, dan memberikan kehidupan, seperti kamu yang terus mengisi ruang-ruang hidupku, untuk saat ini, entah esok hari.

Pegang tanganku, lalu…bolehkah aku menggenggamnya ? kita hadapi bersama ya ?meski hanya dengan lagu-lagu yang sederhana, mau kah kau menari bersamaku ?

Iklan
Komentar
  1. faizz berkata:

    hahahaha…dalem bener? trus kalau ujannya bikin banjir daan buat jakarta kelelep trus jakarta jadi lost city, apakah loe masih akan suka hujan? hahahahahhahaha…..

    mampir2 ye…

  2. cikeledut berkata:

    Wuih..menyentuh banget bang..bang bang…

  3. bowoimut berkata:

    boy gw juga suka banget ujan soalnyaa bisa tidur lebih lama hehehe:P

  4. elita berkata:

    Heh, dilarang pegang-pegang anak gadis orang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s