Cerita-Cerita, mungkin ini makna hidup ?

Posted: 10 November 2008 in Uncategorized

Beberapa hari ini banyak yang terus ganggu dalam pikiran gue, sampai tadi malam. Gue baru sadar ternyata idup gue bukan cuma sekedar lucu-lucuan bareng sama temen, bahwa hidup gue bukan cuma sekedar gaul-gaul bareng temen gue. Tapi hidup gue juga sama seperti orang lain, tidak pernah berjalan mulus, selalu ada kerikil yang harus gue injek, sampai akhirnya gue juga tahu, menginjak kerikil itu sakit. Tapi untuk melalui sebuah jalan gue harus menempuh jalan penuh kerikil untuk menemukan sebuah makna, yang bernama hidup.

Sesaat malam itu, gue baru sadar, gue seakan-akan berada diruang kosong, gelap, dan berbicara sendiri. Mengatasi masalah sendiri, menertawakan semua kejadian-kejadian yang dianggap lucu, tapi gue engga pernah bisa menangis, ketika gue menghadapi masalah-masalah baru, Malam itu, gue buka kembali ingatan-ingatan perjalanan panjang, perjalanan yang didalamnya bukan perjalanan yang sebenernya mulus, bahkan layak untuk di tertawakan. Gue sadar, ternyata ada sudut hati gue yang selama ini beku, tepatnya gue bekukan. Gak terjamah, Gak terbaca, sampai akhirnya gue engga pernah menangis.

Tapi malam itu, sudut hati gue yang beku, mulai terjamah, mulai terbaca dan akhirnya gue menangis, bukan dengan air mata… tapi menangis seorang laki-laki, yang hanya bisa diterjemahkan oleh logika laki-laki. Gue baru sadar, ternyata gue juga manusia. Manusia yang punya sudut hati yang perlu dijamah sesekali, lalu mungkin menangis.

Ada semacam perasaan yang ingin keluar, yang pengen gue ceritakan.

Malam-malam itu, disebuah kamar yang gelap, gue coba flashback kembali, setiap waktu yang gue jalani, mengenangnya, memikirkannya, mencatatnya, membacanya, lalu bersamaan tertawa dan menertawakannya, bahkan terdiam memikirkan sebuah cerita-cerita yang mungkin saat itu gue tidak mampu menjalankan satu scene perjalanan hidup gue pada masa itu, tapi pada malam itu. ternyata… semua sudah terlewati, dalam hati gue berkata, “Semudah itukah ? melewati perjalanan ini ?, kalau saja semudah itu, mungkin gak pernah terkenang sampai hari ini…”

Gue keluar dari rasa kenyamanan diri gue selama ini, memikirkan seseuatu yang belum pernah gue pikirkan sebelumnya, mencernanya, memikirkan jalan keluarnya, lalu terhimpit pada sebuah pertanyaan. Gue diem.

Ada Scene dalam perjalanan hidup gue tentang cinta, perasaan yang setiap manusia punya, tapi mungkin tidak seindah perjalanan yang gue punya. Nanti dulu.. Setiap perjalanan seseorang dalam hidup, pasti menemukannya, di mana ada episode tentang seseorang dalam hati. Lalu seseorang itu bisa saja pergi untuk saat ini, dan kita tidak pernah mengenangnya lagi. Tapi ada scene, di mana perjalanan hidup kita bisa berubah  ketika justru kita menemukan seseorang, seseorang yang bukan siapa-siapa, menjadi apa-apa dan akhirnya berarti dalam hidup kita, setidaknya sampai kita merasa bisa menggantikannya.

Gue ngeliat langit-langit kamar, menutup mata, membayangkan perjalanan lalu berhenti dan tersadar.  bahwa gue belum mampu memiliki seseorang yang membuat hati gue jatuh dan hancur berkeping-keping, tertawa sambil mencoba mengumpulkan kembali serpihan-serpihan hati yang sudah mulai tercecer, perlahan-lahan menyusunnya kembali menjadi bulatan sebuah hati. Pernah terluka memang, tapi mencoba mengumpulkannya untuk suatu saat gue berikan kepada orang lain yang ikhlas menerima hati yang pernah tercecer dan mungkin hilang beberapa puzzle nya hingga menjadikannya engga utuh.

Sudah jam dua pagi, entah apa yang harus melintas di pikiran gue malam itu. hingga harus menyita waktu tidur yang seharusnya panjang. Gue lihat keluar, banyak bintang malam ini. bintang yang mungkin sama pada saat 8 tahun yang lalu. Saat dimana gue pernah memikirkan hal yang sama dengan malam ini, bersama seseorang yang pernah meninggalkan jejak yang dalam dalam hati….

Ada sebuah kesimpulan malam itu, kita mungkin bisa bercerita dengan banyak orang, kita mungkin bisa menangis dengan orang yang kita sayangi, tapi malam itu gue baru sadar. Ternyata kita hanya bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, dan bukan dengan sebuah tangisan. Fase bercerita dengan orang hanya bagian kecil dari hidup dan semakin menandakan bahwa kita tidak pernah sendiri, ada orang lain yang mendengarkan cerita hidup kita, tapi yang harus di sadari , mereka tidak pernah menyelesaikan masalah dalam hidup kita.

Malam itu gue sadar, sudah lama gue sendiri dan tidak pernah berbagi…

kepingan hati yang sudah mulai retak ini…

Iklan
Komentar
  1. faizz berkata:

    mau tahu rasanya nangis? tanya sama gue, makanya singkirkan ego bahwa laki-laki itu makhluk tuhan paling kuat, patahkan stigma bahwa laki-laki adalah makhluk paling berengsek yang ada dimuka bumi, dengan itu loe bisa menangis, menagis sesuka hati loe, menangis dengan arti sesungguhnya, karena laki-laki menangis bukan banci, laki-laki juga manusia yang disudut segala ke aroganannya juga punya HATI SELEMBUT SUTRA……….

  2. boyhidayat berkata:

    sayangnya, gue beberapa tahun terakhir ini tidak pernah menangis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s