Untuk dia cermin tak bergeming- sebuah puisi singkat yang gue buat dalam waktu dua hari, sekaligus mencoba memikirkannya

Posted: 15 September 2008 in Uncategorized

Ada hal yang lain yang sering banget gue rasain, akhir-akhir ini. perasaan yang engga pernah bisa gue jelasin, bahkan gue terjemahin dengan bahasa gue sendiri. Ketika waktu mulai memaksa keadaan yang sudah lama banget terpendam, dan waktu juga yang memaksa harus melupakan masa lalu. perasan terberat ketika harus hadir seseorang yang baru. yang diam-diam melesat masuk kedalam pembuluh-pembuluh nadi. membuat jantung berdegup, ketika mata mulai beradu, didalam bimbang.

Gue mulai memaksa, seseorang hadir dalam hati, diam – diam lalu cepat merambat masuk berlahan dalam mimpi. ada apa ini ?? seseorang berani mendobrak hati yang lama bersembunyi.

Jika saja men-terjemahkan kamu

adalah hal seperti mudahnya merangkum kata

mungkin, tak perlu beradu pandang

serta menterjemahkan arti dari tatapan mu

karena aku tak pernah mengerti

makna sebuah mata yang berbicara….

Kelemahan gue adalah, gue selalu engga pernah bisa men-terjemahkan perasaan gue kepada orang yang gue suka. sampe akhirnya gue memutuskan diam. sebab tak mampu…

Waktu hari sabtu kemaren, gue nyari-nyari bahan ke perpustakaan pusat UI, abis nyari bahan gue ngobrol sama temennya jhon, yang baru aja gue kenal, gue lupa namanya. omongan kita ngelantur nalor ngidul,sampe akhirnya kita ngomongin cewek-cewek. bergosip seperti perempuan. dia bilang kita, laki-laki adalah yang menentukan dengan siapa dan bagaimana memutuskan sebuah hubungan. memulai adalah sesuatu hal yang terberat yang gue rasain.

Terus bagaimana dengan seseorang yang engga pernah bisa ngungkapin perasaannya, harus dia sendiri ? menterjemahkan perasaan yang dimiliki. sampe akhirnya ketika telah diketahui sama pujaan hati, ternyata semua terlambat. itu adil ??

Jawabannya engga, karena memang kita yang harus memulai dulu.

selama ini gue adalah orang yang engga pernah berani memulai..engga tau kenapa ? hal terberat buat gue adalah mengakui kalo dia sudah masuk kedalam hati, bukan seperti temen-temen yang perkirakan, seseorang yang selama ini dibicarakan. bahkan jauh dari dugaan mereka, juga dugaan gue. kadang gue nanya kok bisa elo masuk nyelonong nge gedor “pintu” ini ??

Jika saja menterjemahkan kamu adalah sesuatu yang bisa dilakukan

tanpa kata-kata.

Mungkin sudah dari kemarin aku akan bilang padamu

Namun mengatakannya, tidak semudah berhitung

Membuat kamu

untuk lebih mengerti

sebuah keadaaan

-Untuk dia, Cermin tak bergeming (Bogor14-sept-2008)

Iklan
Komentar
  1. bayusaja berkata:

    Seharusnya, dia itu mampu menterjemahkanya..
    Itu tergantung bagaimana da boy mendikte-kanya.. 😀
    Kalo terlalu rumit dan bertele-tele.. tentunya seseorang dia jg tak akan bisa mengerti da boy..

    ehm, ngrang.

    btw, puisi yang dibikin dalam 2 hari tersebut keren. Sumpe de.. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s