Saat kangen dateng.

Posted: 5 Agustus 2008 in Uncategorized

 

 

 

Tadi malam, dan udah berapa hari ini gue selalu engga pernah bisa tidur dengan nyenyak,

 

Sakit hati, sebenarnya bukan hal yang pantes sebagai ungkapan ini, karena gue sadar, engga boleh ada yang sakit hati,setelah cerita itu berlalu.

Kesempurnaan perasaan bahagia pernah gue rasain, waktu 2,5 tahun bersama terasa begitu indah meski gue tahu menjalaninya begitu melelahkan. Seperti mengayuh dayung ke tempat tujuan yang engga pernah tahu kapan kita bakalan sampai ?.

 

Tadi malam, jelas, flashback kilasan-kilasan cerita antara gue dengan dia terlintas begitu aja. Sampai saat gue sadar ternyata dia bukan siapa-siapa gue lagi, dia bukan cewek yang pernah gue letakkan mimpi–mimpi dibahunya lagi. dia bukan segalanya.

Tiba-tiba hape gue bunyi, gue baca pesan singkat didalamnya, “Selamat hari jadi kita kak, biar udah berakhir selama 8 tahun yang lalu” kakak masih terbaik buat ku, maaf telambat.”

 

Delapan tahun, perpisahan gue dengan seseorang, yang pernah hadir dalam hidup, sekaligus memberikan pelajaran bahwa cinta itu engga boleh dimiliki seutuhnya, masih harus berbagi dengan sahabat, masih harus berebut dengan keadaan. Dan saat itu gue kalah, dan direbut oleh persahabatan.

 

Ingatan gue kembali..

Sepuluh tahun yang lalu, 25 july-1999, gue pernah duduk berdua dengan dia untuk pertama kali, di pinggiran kolam ikan, didepan sana jelas, Tampak gunung singgalang, matahari mulai turun, tanda berganti waktu sore menuju malam. setelah masa ospek berakhir, waktu itu gue sakit. Dia ada disamping gue, sepuluh tahun yang lalu, dia hadir dalam kehidupan gue, Yang entah datangnya darimana.  Tapi jelas dia begitu dekat, disamping gue.

 

Dia : Katanya sakit kak ?

Gue : Iya, demam, gara-gara nolongin kamu masuk kolam kali !

Dia : Makanya jangan jail, kalo ospek anak orang.suruh buat surat segala

Gue : Terus kenapa akhirnya kamu buat juga, dimalam ospek terakhir ?

Dia : Engga tau, mungkin aku ngerasa deket aja kali.

Gue : ngerasa ? deket ? mau engga deket beneran ?

Dia : Maksudnya ?

Gue : Jadi pacar ku…

Dia : (Diem, Cuma mengganggukkan kepala)

 

Sore itu awal perjalanan gue dengan seseorang yang gue engga pernah nyangka, bakalan terus membekas sampai hari ini, bukan rasa kangen, bukan rasa benci, sakit hati, tapi bukan juga sakit hati itu. Pernah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, adalah karunia terbaik dalam hidup gue, pernah merasa dekat dengan seseorang adalah anugerah dalam perjalanan gue. Tapi pernah menulis sebuah janji kepada seseorang adalah hal terberat dalam hidup gue. Sampai hari ini.

 

Malam itu, gue keluar rumah, ada satu hal yang sampai hari ini adalah menjadi hobi gue dari sejak kecil. Melihat bintang. Engga tau kenapa juga, dulu, waktu masih bersama dia, hobi kita Cuma satu duduk di sebuah balai berbentuk limas, dipinggiran kolam, bicara, ketawa, cerita, atau malah nangis berdua disana, sambil melihat bintang. Waktu itu Cuma satu yang gue tau. Itu adalah hal paling romantic dalam hidup gue. Dia pernah bilang ; 

“ketakutan terbesar aku adalah perpisahan kak, setelah 1 tahun kita bersama, bukan karena orang lain yang hadir dalam hidup kita, tapi karena perpisahan yang pasti datang ngejemput, yang harus di inget, dimanapun kakak, dimanapun aku, saat kangen dateng, Cuma satu hal yang bisa kita lihat, bintang yang ada dilangit. Karena kita bakalan melihat bintang yang sama saat itu juga”

 

Waktu itu gue Cuma diam, memikirkan kata-katanya-menelaah dengan baik, lalu gue menyadari “kita memang suatu saat pasti berpisah,mungkin caranya yang harus indah”.

 

Malam ini, setelah delapan tahun berpisah, gue Cuma ingin membuktikan kata-kata dia, membuktikan apakah cinta bisa menembus ruang ribuan bintang di angkasa sana ??. setengah jam berlalu, tatapan gue masih melihat bintang yang jelas malam itu indah. Handphone gue berdering, tanda pesan masuk. Tertulis ;

 

“Masih belom tidur ya kak ?, aku juga belom, lagi diatas balkon neh, ngeliatin bintang, cantik banget kak, jadi inget dulu.”

 

Malam itu engga tau perasaan apa yang ada dalam hati gue, yang jelas gue bengong. Gue disini sedang melihat bintang dilangit sana, dia diseberang pulau sana, pun melakukan hal yang sama.

 

Mungkin memang benar,

Cinta abadi itu bukan hanya satu bentuk yang dapat dilihat

Tapi lebih dalam jika harus di rasa.

 

 

 

 

 

Iklan
Komentar
  1. ridu berkata:

    waaaaaaaaaaa… sumpah.. baru kali ini gw baca tulisan lo yg romantis abis boy.. gila.. biasanya kan lo autis gitu.. hahaha..

    dooh gw jadi terharu.. gw gak bakal bisa nulis kek gini neh.. keren deh..

    btw skrinsut dia doonk.. jangan2 dia cowok lagi.. ahahhaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s