cinta tak terbalas itu masih terperosok di jurang hati paling dalam, lagi mencari dimana tempat dia menetap, butuh ruang untuk memahaminya. butuh waktu untuk mengobatinya, dan butuh kamu untuk mengertinya.
cinta tak terbalas itu seperti rasa selai kacang yang masih tersisa di mulut, selainya sudah tidak ada, tapi rasanya membekas. Butuh air untuk menghilangkannya, tapi tak bisa menjamin dapat menghilangkan rasa kangennya.
Mencintaimu adalah sebuah resiko, mesti aku tahu kamu akan menertawakannya, menjadikan bentuk hati ini menjadi setengah dan tak pernah utuh.
kita cuma tak bisa menyatu, karena tidak ada keterbukaan. mengertikah kamu ? cinta tak terbalas itu masih membekas di dalam hati, masih ada di dalam hati dan dia ingin keluar segera, tapi dia tidak menemukan jalan keluarnya.
Cinta tak terbalas itu sebuah kejujuran dan aku harus jujur, dia itu adalah kamu. tapi aku tidak bisa memilikinya. aku tidak bisa menepatinya. aku tak bisa mewujudkan, bahwa aku mencintai kamu.
pulang dan kembalilah kepadaku. cuma itu yang aku harapkan. aku cuma terlambat mengatakan bahwa “aku mencintai kamu”, tapi saat itu aku tidak mengerti bagaimana mengatakannya.
kamu sudah pergi. kamu bayangan yang pernah terlupakan, aku ingin kembali dan seribu sesal menjelma.
dan kamu tetep yang terdalam…