Ini duka tak terbendung
Ini luka tak terobati,..
Dalam sepi dalam sunyi.
Aku sendiri tak pernah di hargai
Dulu berlari mengangkat senjata
Demi merah putih.
Dulu meringis menahan sakit
Demi proklamasi
Lalu benteng-benteng pertahan diri
Semakin ter kikis dan rubuh.
Aku sunyi
Demi merah putih
Ini duka tak terbendung
Ini luka tak terobati
Jika terus masih di jajah-dan terus di jajah
Bukan tak cinta pada bangsa
Tapi badan sudah tak berdaya
“Apa kata dunia ?”
Jika negeri ini masih susah
Dulu makan pakai ubi di tengah hutan
Tapi sekarang malah tak dapat makan sama sekali
Bukan perang penyebabnya
Bukan tanah subur yang terjajah lagi
Hanya karna anak bangsa yang sudah tak perduli
Jika tubuh ini masih berdaya
Aku siap angkat senjata
Jika tubuh ini sudah tak keropos
Aku rela di garis terdepan
Mati lebih dulu
Daripada di jajah melulu…
Bukan untuk aku
Hanya untuk anak – cucu bangsaku
Ini duka tak terbendung
Ini luka tak terobati
Ketika merah putih bersih
Sudah tak di hormati
Dulu, lusuh pun kain itu
Kami bangga, kami hormat
Merah darah kami
Putih cinta kami
Dalam satu kesatuan
Kini hanya simbol
Yang tak pernah dihargai
Se-keji itukah zaman ?
Jika tahu seperti ini,
Mungkin aku memilih mati sebelum menikmati kemerdekaan
Mimpiku merdeka manis
Mimpiku merdeka sejahtera
Tapi maut malah makin mendekati
Ini luka yang tak terbendung
Ini luka yang tetap tak terobati….
Boy hidayat
16-agustus-2009
Kisah laki-laki tua bercerita, membuat malu diriku yang menderita